Kementerian Agama minta JCH antisipasi virus mers
Kamis, 27 Agustus 2015 12:14 WIB
Ambon (ANTARA Sulsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Ambon meminta setiap jamaah calon haji yang berangkat ke Arab Saudi selalu berkoordinasi dengan tim dokter pendamping guna mengantisipasi serangan virus MERS.
"Ini permintaan yang harus dilakukan guna mengantisipasi gangguan kesehatan selama berada di tanah suci, apalagi terkait informasi adanya kasus virus MERS di sana," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Ambon, Hanafi Kasim.
Ia mengungkapkan hal itu seusai memberikan sambutan pada acara manasik yang dilakukan secara masal di gedung Islamic Centre, Waihaong Ambon, Kamis.
Paling tidak, kata dia, setiap jamaah sudah harus membawa masker, kemudian selama berada di Tanah Suci harus menjaga pola makan.
"Dan banyak berdoa, itu yang paling penting," tandasnya.
Menurut Hanafi, 235 JCH Kota Ambon harus melakukan koordinasi dengan para dokter selama di Arab Saudi. Mereka yang mengidap penyakit juga harus minum obat teratur.
"Hal-hal ini perlu dilakukan agar dokter pendamping bisa mengantisipasi dengan menyediakan obat yang diperlukan sekaligus bisa mengunjungi kamar-kamar para jamaah," ujarnya.
Jadi kalau tidak diantisipasi dari Tanah Air dengan membawa obat tertentu, belum tentu obat yang diperlukan dengan mudah didapat di Arab Saudi.
Dia menambahkan, persoalan-persoalan menyangkut dengan kesehatan para jamaah sudah diingatkan juga pada saat mereka melakukan pemeriksaan kesehatan beberapa kali di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang sudah ditunjuk.
"Jadi saya harapkan para jamaah harus banyak berdoa, jaga pola makan dan sering melakukan koordinasi dengan Dokter tim, disamping tim kesehatan asal Kota Ambon yang berangkat bersama-sama menuju tanah suci," ujarnya.
Dia mengatakan, Pemerintah Kota Ambon telah menyediakan tim pendamping rombongan JCH Kota Ambon yang didalamnya terdapat tim kesehatan.
"Ini permintaan yang harus dilakukan guna mengantisipasi gangguan kesehatan selama berada di tanah suci, apalagi terkait informasi adanya kasus virus MERS di sana," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Ambon, Hanafi Kasim.
Ia mengungkapkan hal itu seusai memberikan sambutan pada acara manasik yang dilakukan secara masal di gedung Islamic Centre, Waihaong Ambon, Kamis.
Paling tidak, kata dia, setiap jamaah sudah harus membawa masker, kemudian selama berada di Tanah Suci harus menjaga pola makan.
"Dan banyak berdoa, itu yang paling penting," tandasnya.
Menurut Hanafi, 235 JCH Kota Ambon harus melakukan koordinasi dengan para dokter selama di Arab Saudi. Mereka yang mengidap penyakit juga harus minum obat teratur.
"Hal-hal ini perlu dilakukan agar dokter pendamping bisa mengantisipasi dengan menyediakan obat yang diperlukan sekaligus bisa mengunjungi kamar-kamar para jamaah," ujarnya.
Jadi kalau tidak diantisipasi dari Tanah Air dengan membawa obat tertentu, belum tentu obat yang diperlukan dengan mudah didapat di Arab Saudi.
Dia menambahkan, persoalan-persoalan menyangkut dengan kesehatan para jamaah sudah diingatkan juga pada saat mereka melakukan pemeriksaan kesehatan beberapa kali di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang sudah ditunjuk.
"Jadi saya harapkan para jamaah harus banyak berdoa, jaga pola makan dan sering melakukan koordinasi dengan Dokter tim, disamping tim kesehatan asal Kota Ambon yang berangkat bersama-sama menuju tanah suci," ujarnya.
Dia mengatakan, Pemerintah Kota Ambon telah menyediakan tim pendamping rombongan JCH Kota Ambon yang didalamnya terdapat tim kesehatan.
Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Info Haji 2024 - Kemenag Sulsel ancam cabut izin travel berangkatkan CJH ilegal
03 June 2024 23:04 WIB, 2024
Info Haji 2024 - Sebanyak 34 calon haji ilegal asal Makassar dipulangkan ke Indonesia
03 June 2024 23:00 WIB, 2024
Info Haji 2024 - Delapan pengantar JCH Bulukumba jadi korban kecelakaan di Gowa
24 May 2024 18:55 WIB, 2024
Info Haji 2024 - Sempat tertunda 450 JCH embarkasi Makassar kembali diberangkatkan
16 May 2024 5:57 WIB, 2024
Info Haji 2024 - JCH Kloter 05 Embarkasi Makassar kembali ke asrama karena pesawat bermasalah
16 May 2024 5:50 WIB, 2024