Logo Header Antaranews Makassar

Pengadaan Beras di Sulteng Capai 88 Persen

Kamis, 5 November 2009 05:29 WIB
Image Print

Palu (ANTARA Sulsel) - Realisasi pengadaan beras stok nasional di Sulawesi Tengah (Sulteng) selama kurun waktu Januari sampai pekan pertama November 2009 ini telah mencapai 88 persen dari target yang ditetapkan Perum Bulog.

Kepala Perum Bulog Sulteng Edy Subiantoro di Palu, Kamis, mengatakan, pihaknya telah membeli sekitar 8.800 ton beras produksi petani yang tersebar di sejumlah wilayah Sulteng.

Pada musim panen (MP) 2009 ini, semula Bulog menargetkan pengadaan beras stok nasional di daerah itu sebanyak 37 ribu ton.

Target tersebut kemudian direvisi kembali menjadi 10 ribu ton, dikarenakan selain produksi petani diramalkan mengalami penurunan, harga beras ditingkat petani cukup tinggi, melebihi standar harga patokan pemerintah (HPP).

Harga beras dipatok para pedagang pengumpul langsung ditingkat petani dan juga pengusaha penggilingan padi di sentra-sentra produksi di Sulteng saat ini berkisar Rp4.800 sampai Rp5.000/kg. Sementara Bulog membeli beras dari mitra (pihakswasta) yang digudang Bulog sesuai HPP yaitu Rp4.600/kg.

Menurut dia, selisih harga pembelian cukup mencolok, sehingga Bulog kalah bersaing dengan para pedagang pengumpul yang kebanyakan mereka datangkan dari Manado (Sulawesi Utara) dan Provinsi Gorontalo.

Meski harga beras di tingkat petani di atas HPP, namun Bulog tetap optimistis realisasi pengadaan beras stok nasional di Sulteng MP 2009 ini yang ditetapkan 10 ribu ton, akan terealisasi 100 persem. Bahkan tidak menutup kemungkinan melebihinya.

Bulog Sulteng pada tahap awal MP 2009 ini sempat mengirim beras ke Gorontalo sekitar 2.500 ton, semuanya adalah hasil pengadaan lokal.

Menyangkut ketersediaan beras, Subiantoro yang baru berjalan dua bulan terakhir ini menjabat Kepala Bulog Sulteng itu, menjamin mencukupi kebutuhan masyaerakat.

Ia enggan menyebut secara rinci, kecuali mengatakan sebagian besar hasil pengadaan Bulog disalurkan kepada masyarakat miskin melalui program raskin (beras untuk warga miskin).

Ia mengatakan, bahwa realisasi penyaluran raskin di Sulteng hingga akhir Oktober 2009 telah mencapai 97 persen. (T.BK03/F002)