Logo Header Antaranews Makassar

Infrastruktur dan SDM Hambat Kunjungan Wisman

Kamis, 19 November 2009 06:21 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA Sulsel) - Masalah ketersediaan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi faktor penghambat realisasi target kunjungan wisatawan manca negara (Wisman) ke provinsi kepulauan itu.

"Secara nasional dalam tahun 2009 pemerintah pusat telah menetapkan target kunjungan wisman ke Indonesia 6,5 juta orang, namun hingga kuatal III baru terealisasi 2,5 juta wisman," kata kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTT, Ir Ansgerius Takalapeta, ketika dihubungi di Kupang, Kamis.

Menurut Ans, demikian sapaan akrab Ansgerius Takalapeta, tidak tersedianya sumber daya manusia yang andal, memiliki keahlian dan profesional mejadi salah satu faktor penghambat pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia, terutama ke wilayah NTT sebagai salah salah satu daerah tujuan wisata.

"Salah satu faktor penghambat pengembangan pariwisata di NTT adalah SDM, terutama tenaga ahli dan profesional dalam membantu merealisasikan target dan pencapaian program," katanya.

Mantan Bupati Alor dua periode ini menyebut faktor penghambat lain yang ikut memberi andil adalah, ketersediaan infrastruktur atau sarana parasarana untuk mencapai daerah tujuan belum memadai, sehingga wisman enggan melakukan perjalanan menuju lokasi obyek wisata.

"Selain dua faktor utama tersebut, kerja sama lintas sektor juga belum efektif karena ada ego sektor serta faktor sarana promosi elektronik belum memadai dan kekurangan dana," katanya.

Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, terutama SDM, berbagai pendidikan dan pelatihan terus digalakkan baik sebagai peserta maupun penyelenggara.

Meskipun demikian, kata Ans, upaya peningkatan kualitas SDM tetap berjalan.

Jalan keluar untuk mengatasi minimnya infrastruktur jalan, sair bersih dan listrik dalam tahun anggaran 2010, pihaknya mengusulkan anggaran khusus untuk mengatasi masalah ini dan diharapkan peran pemerintah kabupaten yang memiliki obyek wisata andalan.

Khusus untuk NTT, Ans menyebut hingga akhir 2008, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 60.000 orang atau sesuai dengan target telah ditetapkan. Sedangkan, pada 2009 ini, pihaknya tidak ingin menetapkan target kunjungan.

"Target pencapaian wisatawan mancanegara dalam Visit Indonesian Year (VIY) 2008 dilanjutkan pada tahun 2009, sebanyak 6,5 juta dengan target devisa bagi negara sebesar US$7,7 juta," katanya.

Sementara, target kunjungan untuk wisatawan nusantara (Wisnu) sebanyak 223 juta perjalanan dengan target sumbangan devisa sebesar Rp150 triliun.

(T.PSO-084/K006)