
PLTG Beroperasi Optimal 30 MW

Makassar (ANTARA Sulsel) - Berhasilnya upaya pemeliharaan di PLN sektor pembangkit Tello menjadikan PLTG unit 2 kembali memproduksi daya listrik optimal 30 MW.
Upaya Water Washing pada Compressor atau pemeliharaan berupa pembersihan kompresor terhadap Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) merek General Electric (GE) Unit 2 merupakan upaya mempercepat pemulihan defisit daya listrik pada sistem kelistrikan Sulselbar, kata Deputy Manager Komunikasi dan Hukum PT PLN Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar, M. Yamin Loleh, di Makassar, Minggu.
Water washing dimulai pukul 00.15 WITA dan selesai pukul 14.58 WITA, lebih cepat 33 jam dari waktu pemeliharaan dalam kondisi standar yang memerlukan waktu 48 jam, sehingga daya mampu meningkat sebesar 5 MW dari 25 MW menjadi 30 MW.
PLTG Unit 2 mengalami penurunan daya mampu dalam beberapa bulan terakhir akibat penundaan masa pemeliharaan.
Sebelumnya PLTG Unit 2 ini dijadwalkan memasuki masa pemeliharaan pada 1,5 bulan yang lalu, namun karena kondisi defisit daya listrik yang terjadi di sistem kelistrikan Sulselbar akibat tidak optimalnya PLTA Bakaru sebagi dampak kemarau dan rusaknya pembangkit PLTG Sengkang milik swasta, maka PLTG Unit 2 dioptimalkan bekerja penuh.
Dengan berhasilnya pemeliharaan, kata Yamin, maka PLTG Unit 2 kembali optimal dengan peningkatan daya mampu sebesar 5 MW dari 25 MW menjadi 30 MW.
Selain meningkatkan daya mampu sistem untuk meningkatkan pemulihan defisit daya listrik, pemeliharaan ini juga bermanfaat dalam peningkatan keandalan pembangkit dalam jangka panjang.
Pemeliharaan singkat terhadap PLTG Unit 2 ini memungkinkan dilakukan setelah mempertimbangkan mulai membaiknya kualitas debit air di PLTA Bakaru dan pulihnya PLTG Sengkang GT 12 yang telah beroperasi kembali sejak Sabtu siang (28/11).
Selama pemeliharaan PLTG GE tidak terjadi penambahan defisit daya karena pembangkit-pembangkit di sistem Sulselbar mampu meng-cover kebutuhan daya yang ada ditambah beban daya listrik saat hari libur relatif lebih rendah sebab kantor, bisnis besar dan industri banyak libur.
Defisit daya ke depan diharapkan bisa lebih kecil lagi dengan semakin optimalnya keandalan PLTG ini.
"Kami mengerjakannya saat waktu libur, karena beban sistem saat ini rendah dan dibarengi dengan debit air PLTA Bakaru relatif lebih baik," katanya.
Bagi Kami, lanjutnya, ini adalah peluang yang sangat berarti untuk berbenah diri, mengingat dalam waktu dekat menanti beberapa event yang perlu segera diantisipasi agar pembangkit kami di Sektor Tello tetap eksis memasok daya listrik ke Sistem Sulselbar yaitu Perayaan Natal dan Jelang Tahun Baru 2010.
Percepatan waktu pemeliharaan diperoleh melalui penerapan metode yang baru pertama kali dilakukan di wilayah Sultanbatara, yaitu dengan melakukan cracking memutar shaft turbin secara bertahap dengan diesel start pada putaran 2100 rpm sampai dengan menurunkan temperature sebesar 110 derajat C.
Pemantauan di Makassar, selama dua hari (28-29/11) tidak terjadi pemadaman listrik. Padahal biasanya pemadaman dilakukan minimal dua kali dalam sehari.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
