Logo Header Antaranews Makassar

UNM Menuju PT Berorientasi Kualitas

Senin, 8 Februari 2010 13:22 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr H Arismunandar, MPd mengatakan UNM mulai mentransformasi diri menuju perguruan tinggi (PT) yang berorientasi kualitas yang dimulai dari sistem perekrutan mahasiswa baru.

Logika lama yang menyatakan semakin banyak pendaftar maka semakin banyak pula yang diterima, akan bergeser ke logika semakin banyak yang mendaftar semakin sedikit yang diterima agar terjaring calon mahasiswa dengan kualitas yang memuaskan.

Hal itu dikemukakan Rektor UNM Arismunandar saat melantik 49 pejabat baru di lingkungan UNM, di Makassar, Senin.

Tahun 2009 UNM mencatat jumlah pendaftar program diploma sekitar 30 ribu orang dengan kursi yang tersedia hanya 2.500. Kuota yang disediakan UNM pada 2009 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 3.000 kursi. Tingkat persaingan untuk menembus UNM semakin tinggi setiap tahunnya.

Jumlah peminat yang makin besar dibandingkan kursi yang tersedia menempatkan UNM menjadi peringkat paling ketat empat se-Indonesia untuk bidang IPA dan peringkat 16 di bidang IPS. Pencapaian ini adalah suatu prestasi yang membanggakan dan menjadi pemacu untuk meraih kualitas yang lebih baik lagi.

"Meskipun ini membanggakan namun kita masih harus terus mencari upaya meningkatkan kualitas mahasiswa baru yang diterima, dari posisi 2009 dengan skor IPA=61,5 (tertinggi ITB=92,54) dan IPS=57,74 (tertinggi UGM=88,42)," ungkap Rektor UNM.

Melengkapi upaya peningkatan kualitas tersebut, UNM telah mentransformasi program studi reguler dengan mendorong pengembangan program bilingual seperti di Fakultas MIPA, PGSD FIP, dan segera PTIK FT.

Upaya ini dibarengi harapan semua fakultas hingga 2014 sudah memiliki minimal satu prodi bilingual.

Mendukung program-program itu, mulai 2009 lalu UNM telah memanfaatkan empat dosen asing untuk mengajar pada berbagai program studi. Khusus pada Program Pascasarjana, dimulai dengan mengembangkan program "double degree" untuk program studi tertentu.

Menurut Rektor, tahun 2009 bidang penelitian dan penerapan IPTEKs UNM mencapai prestasi dalam hal dukungan pembiayaan yang terus meningkat.

"Pada 2009 kita mencatat sekitar Rp9 miliar untuk belanja penelitian dan penerapan IPTEKs," ujar Rektor.

Dalam Renstra 2010-2014 UNM harus melakukan transformasi riset dari skala nasional ke skala internasional yang diharapkan dapat menghasilkan produk turunan seperti jurnal internasional dan penerbitan internasional lainnya. "Hanya dengan jalan ini kita dapat meraih prestasi internasional," ucapnya.

Kegiatan penerapan IPTEKs yang benar-benar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat akan digalakkan, salah satunya melalui program KKN yang memuat isu perbaikan lingkungan dan isu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di bidang manajemen universitas, salah satu tantangan utama yang dihadapi UNM berupa mentransformasi diri menjadi perguruan tinggi yang otonom berwujud Badan Hukum Pendidikan Tinggi (BHPT). Berdasarkan skenario Renstra Depdiknas 2010-2014, pada 2014 semua PTN sudah harus menjadi BHPT.

Tahun 2010 ini, lanjut Rektor, UNM mulai mentransformasi diri dari perguruan tinggi "single sources funding" menjadi "multi source funding". Tahun 2009 UNM telah mendapatkan sumber pembiayaan di luar DIPA berupa hibah kompetisi, kerja sama, dan program lain.

Artinya, tahun ini pertama kalinya UNM menyandingkan tiga PHK bergengsi, yaitu PHK Imhere 20 untuk tiga program diploma, imhere 2B untuk penguatan kapasitas institusi dalam rangka penyiapan perguruan tinggi yang otonom, dan PHKI B untuk empat program studi.

Selain itu, pengembangan sumber-sumber pendapatan baru berupa pendirian unit usaha universitas yang akan dimulai secara intensif tahun ini seiring dengan beroperasinya Pusat Kewirausahaan UNM, ucapnya. (T.KR-RY/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026