Kebakaran di jalan poros Makassar-Maros picu kemacetan

id kebakan, picu kemacetan lalulintas, poros \Maros

Kebakaran di jalan poros Makassar-Maros picu kemacetan

Suasana kemacetan arus lalulintas di jalan poros Kabupaten Maros di sekitar gerbang Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel , Minggu (20/10/2019). ANTARA/Suriani Mappong

Melintasi dari simpang lima bandara ke gerbang Turikale, Kabupaten Maros biasanya ditempuh hanya 10 - 15 menit saja, kini harus ditempuh sekitar satu jam
Maros (ANTARA) - Kebakaran sebuah rumah di jalan poros Kota Makassar - Kabupaten Maros telah memicu kemacetan arus lalu-lintas sejak sore hingga malam hari sekitar pukul 20.30 WITA.

"Melintasi dari simpang lima bandara ke gerbang Turikale, Kabupaten Maros biasanya ditempuh hanya 10 - 15 menit saja, kini harus ditempuh sekitar satu jam," kata pengendara roda empat H Baharudin di Kabupaten Maros, Sulsel, Minggu.

Dia mengatakan, kemacetan itu karena di depan lokasi kebakaran terdapat mobil Dinas Pemadam Kebakaran parkir untuk memfasilitasi petugas dalam memadamkan api yang mulai terjadi sejak pukul 16.52 WITA.

Setelah pihak pemadam kebakaran menerima laporan warga, pleton 2 yang bertugas dengan jumlah personil sebanyak 20 orang turun ke lokasi tempat kejadian peristiwa (TKP) dengan menggunakan lima unit armada.

Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros diketahui, api yang menghanguskan rumah panggung milik Fatmawati (40) di Ballu-Ballu, Kelurahan Taruada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel akhirnya dapat dipadamkan menjelang petang atau sekitar pukul 17.28 WITA.
Suasana kemacetan arus lalulintas di jalan poros Kabupaten Maros di sekitar gerbang Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel , Minggu (20/10/2019). ANTARA/HO-Dinas Damkar Maros

Penyebab kebakaran diduga akibat kosleting listrik dan kerugian materil pemilik rumah masih dalam pendataan, sementara korban jiwa dinyatakan tidak ada.

Kendati api sudah dapat dikuasai pada saat petang, namun aktivitas pemadam kebakaran yang masih memadamkan sisa-sisa kobaran api, belum dapat mengurai kemacetan lalu-lintas sepanjang kurang lebih lima kilometer.

Lalu lintas baru berangsur normal ketika sudah pukul 20.00 WITA. Kendaraan roda empat berjalan normal, namun tidak ada rung untuk mendahului kendaraan di depannya. Hanya kendaraan roda dua saja yang bebas bergerak di sisi kendaraan roda empat.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar