
Dirjen Bantah Hasil UN MA Anjlok

Mamuju (ANTARA News)- Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemendag) H. Muhammad Ali, di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat, membantah hasil Ujian Nasional (UN) Madrasyah Aliyah (MA)2010 secara nasional anjlok.
"Jika ada yang mengatakan hasil UN MA anjlok dibandingkan dengan sekolah umum lainnya seperti SMA maupun SMK, maka isu tersebut adalah sesat karena hasil UN MA secara nasional hasilnya tidak berbeda dengan capaian tahun ajaran sebelumnya," ungkapnya.
Menurut dia, tingkat kelulusan pada hasil UN MA secara nasional berkisar 80 persen lebih, bahkan hasil tersebut juga tidak berbeda jauh dengan pencapaian tingkat kelulusan pada SMA maupun SMK.
"Persentase tingkat kelulusan MA tahun ini berkisar 80 persen lebih, begitu pun dengan persentase angka kelulusan yang didapatkan sekolah MA, tidak jauh berbeda dengan angka kelulusan pada sekolah lainnya," ujar Muhammad Ali.
Secara nasional kata dia, hasil UN memang turun, tetapi, penurunan persentase tingkat kelulusan itu bukan karena faktor hasil UN pada sekolah MA anjlok, tetapi, memang hasil UN itu mengalami penurunan berlaku untuk semua sekolah.
"Kita tak perlu mengkambinghitamkan bahwa hasil UN secara nasional itu anjlok karena tingkat kelulusan MA itu buruk, akan tetapi penurunan itu berlaku pada semua sekolah,baik negeri maupun swasta," jelasnya.
Pada tahun ini persentase hasil UN tingkat SMA, SMK maupun MA secara nasional sekitar tujuh persen, dari 96,46 persen pada UN 2009 menjadi 88,83 persen pada UN 2010.
Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sulbar, Jamil Barambangi, tak menampik jika persentase tingkat kelulusan di Sulbar pada sekolah MA mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian pada sekolah SMA maupun SMK.
"Memang benar, persentase hasil UN tingkat sekolah MA di Sulbar pada tahun ajaran ini turun," kata Jamil.
Ia mengatakan, persentase kelulusan sekolah MA itu sangat wajar terjadi, mengingat masih banyak sekolah agama di Sulbar memiliki jumlah siswa sedikit.
"Ada salah satu MA tingkat kelulusannya 100 persen dan itu sangat wajar karena siswa pada sekolah itu hanya berjumlah 5 orang dan semuanya dinyatakan tidak lulus," ucapnya.
(T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
