
Dinsos Sulbar Bantu Masyarakat Terpencil

Mamuju (ANTARA News)- Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyalurkan tiga ton beras untuk jaminan hidup bagi Komoditas Adat Terpencil (KAT) yang terdapat di Dusun Batuike, Desa Pakava, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra).
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Sulbar, Syahrul, di Mamuju, Selasa, mengatakan, bantuan tiga ton beras itu untuk membantu 50 Kepala Keluarga (KK) yang ada di kota ujung utara Sulbar tersebut.
"Beras sebanyak tiga ton itu akan dibagi kepada 50 KK komoditas adat terpencil untuk kebutuhan selama tiga bulan kedepan," katanya.
Ia mengatakan, masing-masing KK yang ada di daerah terpencil itu mendapat alokasi 20 kilogram/kk per bulan selama satu tahun.
"Bantuan jatah hidup berupa beras tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga atau kontraktor, kami hanya selaku leading sektornya, namun yang menyalurkan adalah pihak kontrakor pemenang tender dengan dibantu satu orang tenaga pendamping," katanya.
Syahrul menjelaskan sebenarnya bantuan itu disalurkan setiap bulan, namun dengan pertimbangan efisiensi, maka penyaluran langsung di drop untuk kebutuhan selama tiga bulan.
Dia mengatakan program bantuan jatah hidup bagi KAT itu sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 dengan menetapkan dua daerah masing-masing di Desa Rangon, Kecamatan Mambulilling, kabupaten Mamasa sebanyak 45 KK dan daerah kecamatan Matangga, kabupaten Polewali Mandar (Polman) juga 45 KK.
"Program ini sudah berjalan sejak tahun 2007 di dua kabupaten yakni Mamasa dan Polman, sedangkan program bantuan jatah hidup di tahun 2010 ini diarahkan ke Kabupaten Matra," ungkapnya.
Ia menuturkan, daerah Mamasa tahun ini menjadi daerah sasaran untuk perbantuan jatah hidup berupa bantuan beras, mengingat, tingkat volumen masyarakat adat terpencil masih sangat tinggi.
Syahrul mengatakan, selain bantuan beras, pihaknya sebelumnya juga memberikan bantuan berupa pembangunan rumah sederhana bagi komuditas adat terpencil sebanyak 50 KK dan program persertifikatan lahan mereka.
"Program ini sengaja digulirkan untuk memberikan perhatian oleh pemerintah terhadap komoditas adat terpencil di Matra," katanya. (T.KR-ACO/A033)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
