Logo Header Antaranews Makassar

BI Bertekad Gantikan Peran Renternir

Selasa, 27 Juli 2010 10:40 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Bank Indonesia cabang Makassar, bertekad terus mendorong perbankan untuk aktif melakukan pembiayaan produktif dan menggantikan peran renternir.

Pimpinan BI cabang Makassar Lambok Antonius Siahaan, Senin, di Makassar, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong perbankan baik konvensional maupun syariah untuk aktif menyalurkan pembiayaan produkti terutama kepada sektor pertanian dan UMKM.

Ia memaparkan pada Mei 2010 total aset perbankan Sulsel mencapai Rp44,914 triliun atau naik 17,65 persen dibanding tahun lalu. Penyaluran kredit mencapai Rp38,124 triliun atau mengalami pertumbuhan 19,06 persen. "Sebesar 35,58 persen disalurkan terhadap UMKM," jelasnya.

Ia menambahkan, angka Loan Deposit Ratio yang 121,06 persen merupakan pertanda bahwa ada terjadi pergerakan penyaluran kredit.

Khusus untuk pertanian, pertumbuhannya terhitung stagnan pada triwulan kedua, hal ini diduga terjadi karena petani sudah melalui masa panen.

"Petani biasanya melakukan akad kredit saat memasuki musim tanam. Pada Mei 2010 dana perbankan yang siap disalurkan mencapai Rp379, 58 miliar. Jika dibandingkan April 2010 yang mencapai Rp510 miliar bisa terlihat penurunannya karena sudah habis panen," jelasnya.

Komposisi penyaluran kredit dari alokasi sebesar Rp38 triliun, kredit yang tersalur di bidang invetasi mencapai Rp7,9 triliun, modal kerja Rp13,8 triliun dan konsumsi Rp16,59 triliun.

Meski demikian, jika dilihat lebih detil peruntukannya sebagian dari kredit konsumtif juga tersalur untuk usaha produktif.

Program tabunganku yang dicanangkan BI adalah salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah dana pihak ketiga dan semakin mendekatkan perbankan dengan masyarakat. "Kami sangat mendukung keinginan pemprov agar para petani dan nelayan memiliki buku tabungan," ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan pihaknya untuk mendorong peningkatan peran sektor ekonomi UMKM bekerjasama dengan koperasi pemprov melalui Lembaga Pembiayaan Usaha mikro Kecil dan Menengah.

"Kita terus berkeliling memberikan bantuan teknis salah satunya pelatihan bagaimana membuat proposal, kita harapkan peran renternir dapat tergantikan," jelasnya.

Ia juga mengharapkan sistem resi gudang akan terus bertambah dan terus mengarah kepada agunan selain terkait dengan stabilitas harga komoditas.

Menurutnya, Sulsel dengan berbagai program dan terobosannya bersama perbankan dalam pembangunan ekonomi telah memberikan dampak nyata salah satunya dengan terbukanya lapangan kerja baik di sektor formal dan informal.

"Dampak AC-FTA juga tidak menimbulkan penurunan pertumbuhan ekonomi, berbeda dengan daerah lain yang memiliki industri manufaktur yang produknya bersaing dengan China," ujarnya.
(T.KR-RY/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026