
Membaca, Kunci pengembangan Iptek

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Anggota Komisi X DPR RI Theresia Pardede mengatakan, untuk menguasai perkembangan ilmu dan teknologi diperlukan kebiasaan membaca yang lebih baik.
Membaca merupakan kunci pengembangan Iptek, katanya pada pencanangan Gerakan Pemasyarakatan Minat/Kebiasaan Membaca Tingkat Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng, Jum'at.
Menurut anggota dewan yang membidangi pendidikan itu, dengan kemajuan teknologi, bahan bacaan kini tak hanya berbentuk buku, tapi kini sudah semakin banyak alternatifnya, termasuk melalui dunia maya (internet).
Perubahan cepat hanya bisa dilakukan melalui penguasaan Iptek dan Iptek hanya bisa diraih melalui penguasaan membaca. Ini harus bisa ditanamkan sejak dini, tambah There yang juga artis penyanyi Jakarta itu.
Ia kemudian menyambut baik dikeluarkannya Kabupaten Bantaeng sebagai daerah tertinggal di Indonesia oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.
Ini menunjukkan kemajuan yang cepat, namun harus ditunjang budaya baca sejak usia dini. Dengan begitu, buta aksara dengan sendirinya bisa dibenahi. "Inilah yang perlu ditanamkan sejak dini," tambah Theresia Pardede.
Tentang kebijakan bidang pendidikan, ia mengatakan, para wakil rakyat di DPR sudah banyak memberikan dukungan, termasuk dalam hal anggaran yang kini porsinya mencapai 20 persen dari APBN.
Karena itu, Ia berharap Bantaeng mengambil peran penting dalam memajukan anak penerus harapan bangsa sebab membaca merupakan proses untuk menjadikannya sebagai budaya.
"Bila nilai dan kebiasaan itu sudah melekat pada masyarakat, dengan sendirinya akan menjadi budaya," terangnya seraya berharap kepada guru dan orang tua untuk berperan lebih aktif memberikan dorongan kepada anak-anak agar senang membaca.
"Ciptakan iklim yang enak di sekolah maupun di rumah. Beri contoh bahwa membaca itu menyenangkan sehingga anak-anak bisa betah. Bahkan bila ada yang berulang tahun, sedapat mungkin hadiahnya dalam bentuk buku," ujarnya. (.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
