
BKB Makassar Targetkan 7.265 Akseptor Baru

Makassar (ANTARA News) - Badan Keluarga Berencana Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menargetkan 7.265 perkiraan permintaan masyarakat peserta baru atau akseptor baru hingga akhir Desember 2010.
Kepala Badan Keluarga Berencana (BKB) Makassar AM Hatta di Makassar, Selasa, menyatakan, optimistis target itu akan tercapai.
"Kami optimistis bisa mencapai angka itu karena semua kader di 14 kecamatan sudah bekerja secara maksimal," ujarnya.
Ia mengatakan, peserta KB hingga September 2010 mencapai 32 ribu orang dan angka itu akan terus bertambah dengan pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Kota Makassar pada Rabu (3/11) di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Ia mengatakan, dalam pencanangan itu, sebanyak 100 akseptor baru dari tiga kecamatan yakni Ujung Tanah, Tallo dan Tamalanrea akan berpartisipasi. Pencanangan akan dilakukan Sekretaris Kota Makassar Anis Zakaria Kama.
Menurut dia, tujuan pembangunan KB di antaranya adalah penumbuhan sikap dan tekad kemandirian keluarga dan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kemudian mewujudkan kesejahteraan lahir batin yang lebih selaras, adil dan merata yang tercermin dalam keluarga yang berbudaya, bahagia, dan sejahtera, maju dan mandiri serta hidup dalam suasana harmonis yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Tujuan pembangunan itu selaras dengan tema kegiatan kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan 2010," katanya.
Kegiatan yang dilaksanakan ini, lanjutnya, secara nasional telah dimulai sejak 1994 dan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak PKK yang setiap tahun diperingati.
Dengan dukungan keterpaduan lintas sektor, kegiatan ini akan bertumpu pada kegiatan kelompok swadaya masyarakat, PKK dan institusi KB-Kesehatan di kelurahan dengan kader sebagai ujung tombak serta keluarga sebagai sasaran utama.(T.KR-MH/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
