Logo Header Antaranews Makassar

APBD Sulbar Alami Defisit Rp25 Miliar

Selasa, 30 November 2010 03:03 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - APBD Provinsi Sulawesi Barat pada 2011 diperkirakan akan mengalami defisit sekitar Rp25 miliar disebabkan penerimaan yang ditargetkan pemerintah lebih rendah dari belanja.

Sekretaris Provinsi Sulbar, Arsyad Hafid, Senin, mengatakan penerimaan pendapatan yang ditargetkan pemerintah di Sulbar dalam rancangan APBD Sulbar 2011 sekitar Rp661,3 miliar namun belanja rutin dan pembangungan jauh lebih besar.

"Penerimaan tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi 2010 sekitar 627,9 miliar tapi kebutuhan juga meningkat tajam," katanya dalam rapat paripurna penjelasan rancangan APBD Sulbar 2011.

Penerimaan pendapatan APBD 2011 itu terdiri dari pendapatan asli daerah sekitar 96,1 miliar, dan pendapatan dari dana perimbangan bagi hasil pajak dan dari dana alokasi umum serta dana alokasi khusus sekitar Rp495 miliar, dan pendapatan lain lain sekitar Rp70 miliar.

Sedangkan belanja yang ditargetkan dalam APBD Sulbar tahun 2011 sekitar Rp686 miliar, meningkat dibandingkan dengan belanja tahun 2010 sekitar Rp679 miliar.

Sekprov mengatakan, belanja yang ditargetkan dalam APBD Sulbar 2011 terdiri dari belanja tidak lansung diantaranya untuk belanja pegawai sekitar Rp245,2 miliar, dan belanja lansung sekitar 441,6 miliar.

"Belanja lansung dalam APBD Sulbar tahun 2011 akan diperuntukkan untuk empat strong point pembangunan di Sulbar, diantaranya, pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan revitalisasi pertanian dan pembangunan infra struktur," katanya.

Ia mengatakan, rendahnya penerimaan pendapatan dengan terget belanja yang akan dilaksanakan pemerintah di Sulbar membuat APBD Sulbar tahun 2011, mengalami devisit hingga Rp25 miliar.

Namun menurutnya pemerintah di Sulbar tetap akan bisa mengatasi masalah defisit tersebut dengan memaksimalkan peningkatan PAD Sulbar kemudian memanfaatkan silpa atau sisa anggaran APBD tahun 2010 untuk meningkatkan penerimaan pendapatan di APBD tahun 2011.

"Di Sulbar cukup banyak potensi APBD yang bisa digali apalagi sulbar telah membuat sejumlah perda tentang pajak, sehingga pemerintah tetap optimis devisit APBD Sulbar dapat diatasi ditahun 2011,"katanya. (T.KR-MFH/M027)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026