Ternate (ANTARA Sulsel) - Kondisi jalan Provinsi yang menghubungkan Sofifi, ibukota Provinsi Maluku Utara (Malut), dengan Buli, ibukota Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) sepanjang 186 km sangat memprihatinkan.
"Dari jalan sepanjang 186 km tersebut, yang kondisi baik hanya sekitar 20 persen, selebihnya rusak parah," kata Bupati Haltim Welhelmus Tahalele di Ternate, Minggu.
Jalan jalur Sofifi-Buli yang rusak parah tersebut umumnya masih berupa jalan tanah, sehingga kalau musim hujan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, karena badan jalan berubah menjadi kubungan lumpur.
Bupati Welhelmus Tahalele mengatakan kondisi tersebut sangat menghambat aktivitas kelancaran masyarakat Haltim yang ingin ke Sofifi atau wilayah lainnya di Pulau Halmahera. Masyarakat terpaksa beralih menggunakan transportasi laut dan udara.
Pemkab Haltim telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Pemprov Malut, tapi sampai sekarang belum mendapat tanggapan karena Pemprov Malut masih mengalami keterbatasan dana untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan.
"Masyarakat Haltim selama ini selalu menyalahkan Pemkab Haltim atas jeleknya kondisi jalan di jalur Sofifi-Buli tersebut, tapi pemkab tidak bisa berbuat banyak karena status jalan tersebut adalah jalan provinsi," katanya.
Pemkab Haltim berharap agar Pemprov Malut memprioritaskan penanganan jalan jalur Sofifi tersebut, karena hal itu terkait pula dengan upaya menarik masuknya pengusaha ke Haltim.
Menurut Bupati, selama ini banyak ipengusaha yang berminat menanamkan modal di Haltim, namun mereka mempermasalahkan terbatasnya infrastruktur di Haltim, khususnya jalan yang menghubungkan Sofifi-Buli.
Bupati menambahkan pihaknya juga telah mengupayakan ke Pemerintah Pusat untuk membangun jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Haltim, seperti jalur antara Buli-Subaim.
(T.PK-AF/A011)

