Logo Header Antaranews Makassar

Bulog Harap Raskin Disalurkan, Harga Beras Turun

Kamis, 26 Februari 2009 07:36 WIB
Image Print

Palu (ANTARA Sulsel) - Bulog Sulawesi Tengah berharap setelah beras untuk warga miskin atau raskin disalurkan kepada rumah tangga sasaran (RTS), harga beras di pasar tradisional di daerah itu bisa berangsur-angsur turun.

Kepala Perum Bulog Sulteng, Usep Karyana di sela-sela penyaluran raskin di Kecamatan Palu Selatan, Kamis, optimistis harga beras di pasar dalam beberapa hari kedepan ini berangsur turun.

Menurut dia, salah satu penyebab harga beras di pasar naik, karena permintaan masyarakat meningkat, sementara pasokan beras dari daerah produsen berkurang, karena panen raya baru akan berlangsung Meret-April 2009.

Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok tersebut, karena pendistribusian raskin kepada rumah tangga sasaran (RTS) untuk jatah Januari-Februari 2009 khusus di Kota Palu baru bisa direalisasi kurun dua hari terakhir ini.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu penyaluran raskin, kebanyakan RTS berbondong-bondong membeli beras di pasar-pasar tradisional, meski harganya cukup mahal.

"Bayangkan saja harga raskin hanya Rp1.600/kg, sementara harga beras dijual pedagang di pasar saat ini rata-rata di atas Rp5.000 untuk beras medium," katanya.

Namun dengan disalurkannya jatah raskin kepada RTS, paling tidak bisa menekan gejolak harga beras di pasar-pasar tradisional.

Selain di Palu, sejumlah Kabupaten di Sulteng yang telah merealisasi penyaluran raskin antara lain Poso, Morowali, Tojo Unauna, Tolitoli, Buol,dan menyusul dalam waktu dekat ini Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Banggai, dan Bangkep.

Pemerintah pusat pada tahun ini mengalokasikan raskin di Sulteng sebanyak lebih 28 ribu ton atau turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 36 ribu ton.

Sementara jumlah RTS penerima beras bersubsidi di Sulteng tahun ini lebih 158 ribu kk atau turun dibanding sebelumnya lebih dari 200 kk RTS tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Sulteng.

Khususnya jumlah RTS penerima raskin diibukota Provinsi Sulteng hanya lebih 11.260kk RTS tersebar di empat Kecanmatan yaitu Palu Timur, Palu Utara, Palu Barat, dan Palu Selatan dengan pagu raskin 168.900 kg.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop Sulteng, Ali Landeng juga berharap harga beras di pasar turun setelah Bulog Sulteng dalam dua hari terakhir ini menyalurkan jatah raskin kepada RTS.

Ia mengakui, naiknya harga beras di pasar selain karena raskin terlambat disalurkan, juga pasokan kurang, sebab panen baru akan berlangsung Meret-April mendatang.

Di satu sisi, permintaan masyarakat meningkat, dan stok beras dikuasai pedagang terbatas. "Otomatis hukum ekonomi berlaku. Stok kurang, harga pasti naik," ujarnya.
(T.BK03/A023)