Logo Header Antaranews Makassar

Unismuh sambut Bulan Muharram dengan sosialisasi pemantauan hilal

Selasa, 10 Agustus 2021 23:55 WIB
Image Print
Suasana pemantauan hilal jelang 1 Muharram 1443 Hijriah yang turut diikuti Rektor Unismuh Prof Ambo Asse bersama para civitas akademika Unismuh, Makassar. ANTARA Foto/HO/ Humas Unismuh Makassar

Makassar (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyambut Bulan Muharram 1443 Hijriah diawali dengan sosialisasi pemantauan hilal (bulan) pada pergantian tahun Hijriah.

"Kegiatan ini lebih bernuansa pendidikan, dimana dosen dan mahasiswa Unismuh berlatih menggunakan seperangkat teleskop yang dapat mengamati benda-benda langit," kata Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse di Makassar, Selasa.

Pemantauan hilai itu digelar di Lantai 18 Gedung Iqra’ Unismuh Makassar, yang melibatkan puluhan mahasiswa dari Fakultas Agama Islam, dengan dipandu beberapa dosen yang pernah mengikuti pelatihan di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Turut hadir dalam pemantauan hilal tersebut, Wakil Rektor II Unismuh Dr Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rekor IV KH Mawardi Pewangi, Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Unismuh Makassar Dr Nurdin Mappa.

Selain dimensi pendidikan, ujar Ambo Asse, kegiatan ini juga untuk melakukan validasi empiris terhadap hasil perhitungan (hisab) yang telah dilakukan Muhammadiyah.

“Dengan posisi bulan yang sekitar 10 derajat, diasumsikan bulan tersebut sudah dapat dilihat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Mawardi Pewangi menjelaskan bahwa penentuan dimulainya tanggal pada kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi.

Pada sistem kalender Hijriah, lanjut dia, perhitungan hari atau tanggal dimulai ketika Matahari terbenam di tempat tersebut.

Sedangkan pada kalender Masehi, hari atau tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat.

Pada sistem kalender Hijriah, kata dia, jumlah harinya 29 atau 30 hari, tergantung posisi hilal. Waktu magrib adalah waktu pergantian tanggal dalam kalender Hijriah.

"Penentuan awal bulan ditandai dengan munculnya penampakan Bulan Sabit pertama kali, setelah bulan baru,“ ujar Wakil Rektor yang membidangi pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan di Unismuh Makassar ini.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026