Logo Header Antaranews Makassar

Travo Listrik DPRD Sulbar Didtangkan dari AS

Senin, 4 Juli 2011 02:41 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Kalangan Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Barat, memastikan pengadaan travo listrik berkekuatan 630 KVA untuk gedung DPRD Sulbar didatangkan dari Amerika Serikat guna pemenuhan energi listrik di kantor para wakil rakyat itu.

Hal ini terungkap pada saat rapat antara Komisi III DPRD Sulbar di Mamuju, Minggu, bersama mitra kerjanya yakni Dinas Pekerjaan Umum, rekanan proyek pelaksana yang diwakili PT Passokkorang.

Dalam rapat tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Sulbar Mervie Parasang serta beberapa anggota Komisi III lainnya, diantaranya Arman Salimin, Marigun Rasyid, Tahir Madani, Sukardi M Noer dan Asnuddin Sokong.

Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Mervie Parasang mengemukakan, dapat dipastikan pengadaan travo listrik berkekuatan 630 KVA sengaja didatangkan dari Amerika Serikat karena sambungan listrik dari PLN pada kawasan perkantoran terpadu pemerintah provinsi yang terletak di daerah Rangas Baru masih sangat sulit.

"Gedung DPRD Sulbar semula dapat digunakan pada akhir Juli ini, namun hingga kini pasokan listrik pun masih sulit didapatkan penyambungan baru sesuai kebutuhan energi di Kantor DPRD Sulbar," ucapnya.

Menurut dia, pihak kontraktor rekanan pelaksana proyek bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulbar mendatangkan secara khusus travo dari Amerika Serikat yang rencananya, travo berkekuatan 630 KVA ini akan tiba di Mamuju Agustus mendatang.

"Travo ini perlu didatangkan karena kesulitan jaringan listrik di sekitar areal gedung DPRD Sulbar tersebut. Pihak PLN pun mengaku kesulitan untuk melakukan penyambungan listrik," terangnya.

Mervie menyampaikan, pemenuhan kebutuhan listrik di gedung DPRD harus sudah terpenuhi sebelum gedung tersebut ditempati berkantor pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.

"Kami memaklumi kondisi di daerah ini, tapi kami juga harus segera bekerja dan menenpati kantor baru. Makanya, kami meminta agar segala upaya harus dilakukan demi pemenuhan kebutuhan listrik di gedung itu. Kalau bisa lebih cepat, itu lebih baik," kata Mervie.

Politisi PDS ini menambahkan, saat rapat dengan pihak PLN cabang Mamuju baru-bari ini, PLN mengaku siap memasang sambungan listrik jika dukungan fisik atau infrastruktur di gedung DPRD sudah siap.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU, Burhanuddin, yang mewakili Kadis PU pada rapat tersebut mengemukakan jika instalasi listrik di bagian dalam kantor pada dasarnya sudah siap, sisa pengeras suara saja yang belum siap.

"Makanya, harus ada travo berkekuatan 630 KVA. Trafo ini sementara kami datangkan dan kemungkinan pertengahan Agustus sudah ada di Mamuju. Jadi, kemungkinan akhir Agustus baru bisa rampung semuanya," urainya.

Burhanuddin menambahkan, untuk kebutuhan lampu bisa diatasi, tapi kebutuhan AC yang masih sulit karena kapasitas AC cukup besar. Jadi, bisa saja AC yang berada di sejumlah ruangan belum bisa difungsikan secara maksimal.

Untuk sementara, kata dia, pemprov telah membayar untuk 245 KVA, namun PLN hanya mampu menyediakan listrik sebesar 197 KVA sehingga saat ini PLN masih berutang ke pemprov. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026