Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Minta Kasus Kekerasan Anak Dituntaskan

Selasa, 11 Oktober 2011 01:26 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah minta kepada aparat keamanan menuntaskan kasus kekerasan anak di wilayah kerjanya.

"Saya sudah melakukan pertemuan dengan Polres, saya minta pelaku kekerasan terhadap anak-anak tersebut segera ditangkap agar tidak meresahkan," tegasnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kabupaten di Bantaeng, Senin.

Menurut Bupati, kasus ini sudah tidak masuk akal sehat. "Kenapa hanya anak di pesisir yang selalu jadi sasaran. Dan kenapa hanya terjadi di Bantaeng," ucapnya.

Kasus yang merebak sejak Desember 2010 tersebut hingga Oktober 2011 telah mengakibatkan enam korban anak perempuan usia 5-7 tahun. Korban umumnya, anak yang berdomisili di pesisir pantai.

Menurut catatan, sejak korban keempat dan Polda turun tangan, seorang tersangka telah diamankan dan kini sudah memasuki tahap persidangan, namun kasus yang cukup memilukan itu kembali terjadi.

Para korban mengalami kerusakan pada alat vitalnya. Kasus terakhir, terjadi, Sabtu (8/10). Korban bernama NE (5) warga Kampung Pangi, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng.

Bupati Bantaeng menyatakan rasa sedih dan prihatin terhadap kasus yang menimpa anak-anak yang merupakan masa depan bangsa. "Kasihan. Karena itu, saya tidak terima bila pelakunya tidak ditangkap," tegasnya lagi.

Ia kemudian meminta kepada semua pihak, terutama jajaran Pemda untuk tetap menjaga tim work. "Dengan tim work yang kuat, insya Allah pembangunan di daerah ini akan bisa dilakukan dengan baik," urainya.

"Atau mungkin ada orang yang tidak senang melihat pembangunan yang sedang kita galakkan. Bagi saya, jabatan bukanlah segalanya. Ini hanya amanah untuk membangun masyarakat," katanya lagi.

Tetapi, apapun yang kita lakukan dan orang sudah mengakui, maka yang berhasil itu adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "Bapak-bapaklah yang berhasil. Saya hanya kebijakannya," terang Nurdin Abdullah pada Rakor yang dipandu Asisten I bidang Pemerintahan Muslimin M.

Bupati HM Nurdin Abdullah kemudian mengisyaratkan perlunya perhatian terhadap masyarakat pesisir. Di pegunungan boleh dikata sudah berhasil terbukti dengan daftar tunggu jemaah calon haji yang semakin membengkak.

Pada 2008 daftar tunggu yang dua tahun, kini sudah 14 tahun. Itu karena keberhasilan petani, tambahnya seraya berharap, kini saatnya di pesisir, ujarnya.

Meski begitu, ia berharap kepada seluruh Kepala Desa/Lurah dan Camat agar lebih tanggap terhadap perkembangan di tengah masyarakat. Di Ulu Ere misalnya, kini sedang musim tanam, tolong diperhatikan sumber airnya agar tanamannya bisa subur, sedang di pesisir memerlukan modal kerja.

Khusus masyarakat terpencil, terutama para pelajar, akan dikaji kemungkinan sewa kendaraan khusus pengangkut anak sekolah agar tidak ada lagi yang putus sekolah hanya karena persoalan transportasi.

"Mungkin kita bisa siapkan kupon berlangganan sambil menunggu bis sekolah tambahan dari Pusat," ujar Bupati.
(T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026