Logo Header Antaranews Makassar

Program "Bangun Mandar" Perlu Dievaluasi

Sabtu, 10 Desember 2011 14:51 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat, menilai Program Pembangunan Berbasis Masyarakat Mandiri (Bangun Mandar) gagal sehingga perlu ada evaluasi secara menyeluruh.

"Konsep program "Bangun Mandar" yang didesain untuk percepatan pembangunan bagi desa tertinggal sangatlah baik, namun ada kesalahan penerapan pelaksanaan kegiatan sehingga implementasi pemberdayaan tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan,"kata Anggota DPRD Sulbar, Hamid di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, gagasan program Bangun Mandar ini lahir atas inisiatif gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh bersama para tim Universitas Hasanuddin.

"Konsep ini dicetuskan di tahun 2009 silam dan bahkan program ini diadopsi oleh Kementerian Percepatan Daerah Tertinggal. Sayangnya, program yang diharapkan bisa mempercepat pembangunan desa-desa tertinggal ini ternyata tidak sejalan dengan apa yang dinantikan oleh semua lapisan masyarakat di Sulbar,"jelasnya.

Karena itu kata Hamid yang juga politisi senior partai Golongan Karya ini menyampaikan, akan segera mengusulkan kepada pemprov Sulbar untuk dilakukan penataan ulang agar program "Bangun Mandar" tidak sekedar menjadi slogan belaka.

"Bukan hanya saya yang menilai bahwa pelaksanaan program ini gagal. Namun sejumlah kalangan anggota DPRD lainnya yang turut melakukan pengawasan di masyarakat ikut menyimpulkan gagal,"kata dia.

Ia mengatakan, dirinya baru saja melakukan reses ke daerah Kabupaten Polman yang menjadi daerah pemilhannya.

"Masyarakat kita mempertanyakan sejauh mana manfaat program "Bangun Mandar" karena di daerah tersebut belum ada hasil nyata pelaksanaan pembangunan dari program itu,"jelasnya.

Olehnya itu kata dia, sebelum terlanjur mengulangi kesalahan yang sama maka harus dilakukan koordinasi ulang bersama SKPD yang menangani program Bangun Mandar.

Padahal kata dia, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung program Bangun Mandar dengan pagu anggaran yang tidak sedikit melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun anggaran berjalan.

"Anggaran yang di proyeksikan untuk membiayai "Bangun Mandar" cukup banyak dan bahkan mencapai angka milyaran rupiah. Jika hasil dari program itu tidak ada maka hal paling buruk yang akan ditempuh adalah menghapus anggaran Bangun Mandar,"pungkasnya. (T.KR-ACO/O001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026