Logo Header Antaranews Makassar

NTP Sulsel Turun 0,37 Persen

Senin, 2 Januari 2012 19:14 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Selatan pada Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 0,37 persen dari 108,69 persen menjadi 108,29 persen untuk seluruh subsektor.

"Penurunan NTP terjadi pada Desember jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel Bambang Pramono di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, penurunan NTP pada seluruh subsektor meliputi padi dan palawija sebesar 0,28 persen; holtikultura 0,55 persen; tanaman perkebunan rakyat 0,49 persen; peternakan 0,50 persen; serta subsektor perikanan 0,13 persen.

Nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan harga yang diterima petani terhadap indeks harga dibayarkan petani.

Kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dan keperluan produksi pertanian.

Penyajian nilai NTP dimulai pada Desember 2008 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2007 (2007=100) meliputi 32 provinsi yang mencakup lima subsektor.

Lebih jauh ia menjelaskan, subsektor seperti padi dan palawija, holtikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. Pada Desember 2011 NTP masing masing tercacat 111,03 untuk padi dan palawija.

Sementara untuk holtikultura 103,96 persen, tanaman perkebunan rakyat 108,32, peternakan 97,72 dan 112,84 persen untuk subsektor perikanan.

Pada Desember 2011 terjadi inflasi di daerah perdesaan Sulsel sebesar 0,41 persen. Kenaikan itu dipicu pada kelompok bahan makanan sebesar 0,59 persen, makanan jadi 0,27 persen, perumahan 0,53 persen, sandang pangan 0,28 persen dan transportasi dan komunikasi sebesar 0,08 persen.

Bila NTP Desember 2011 dibanding November 2011 semua subsektor NTP mengalami penurunan yaitu subsektor padi dan palawija sebesar 0,28 persen, holtikultura 0,55 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,49 persen, peternakan 0,50 persen serta subsektor perikanan 0,13 persen.

"Dengan penurunan kelima subsektor tersebut menyebabkan penurunan NTP Sulsel sebesar 0,37 persen," paparnya.

Sementara harga diterima petani berfluktuasi. Indeks harga yang diterima petani rata-rata terjadi penurunan pada hampir seluruh subsektor. (T.KR-MH/H009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026