
Daftar Tunggu Calon Haji Majene Capai 4.000

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Daftar tunggu calon haji di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, tercatat mencapai 4.000 orang, sedangkan jatah keberangkatan setiap tahun hanya 250 orang.
"Daftar tunggu calon haji di Majene hingga delapan tahun ke depan sebab kuota haji yang ditetapkan secara nasional hanya sebanyak 250 orang, sementara pendaftar yang tercatat hingga saat ini mencapai 4.000 orang," kata Kepala Kemenag Majene M. Basri K di Majene, Rabu.
Dikatakannya, tahun lalu terdapat penambahan kuota calon haji hingga 50 orang, di luar kuota yang ditetapkan secara nasional. Kuota tersebut merupakan jatah tambahan yang dialokasikan kepada Kemenag Sulbar untuk dialokasikan ke seluruh kabupaten di Sulbar.
Kemenag Sulbar mendapat kuota tambahan sebanyak 266 orang yang merupakan tambahan dari pemerintah pusat. Hal itu berdasarkan permohonan tambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi dari Kemenag.
"Untuk tahun lalu, kuota haji yang seharusnya ditetapkan sebanyak 250 orang bertambah menjadi 300 orang, namun yang diprioritaskan adalah CJH yang terdaftar dalam daftar tunggu pada tahun lalu dan mereka yang berusia lanjut serta para pengantar dari Kemenag Majene," Jelas Basri.
Kemenag berharap pada tahun ini ada kuota tambahan dari pemerintah pusat seperti yang terjadi tahun lalu, sehingga antrean bisa lebih cepat diberangkatkan dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan daftar tunggu setiap tahun, Kemenag Majene mengajukan usul tambahan kuota haji kepada Kemenag Sulbar maupun Kemenag RI di luar kuota tambahan yang secara tiba-tiba dilakukan setiap tahun.
"Kami berharap penambahan kuota calon haji Majene ditingkatkan untuk mengantisipasi penumpukan daftar tunggu. Selain itu, untuk memberi peluang kepada calon haji yang telah berusia lanjut," harapnya.
Basri juga meminta Kemenag RI mepertimbangkan beberapa daerah yang memiliki daftar tunggu cukup besar, seperti di Majene untuk mengantisipasi tidak terakomodasinya calon haji yang mendaftar setiap tahun.
(T.KR-AAT/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
