Logo Header Antaranews Makassar

Setiap Orang harus Jadi Polisi Bagi Dirinya

Selasa, 20 Maret 2012 05:57 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Mudji Walujo menegaskan, dengan keterbatasan jumlah personel anggota Polri yang ada, maka setiap warga hendaknya menjadi polisi bagi dirinya.

"Maksudnya, setiap orang harus mampu menjaga keamanan bagi lingkungannya sendiri. Misalnya kalau memarkir kendaraan bermotor harus mencegah tidak terjadinya pencurian dengan memasang kunci ganda," ujar Kapolda dalam kuliah umumnya di depan Sivitas Akademika Unhas Makassar, Senin.

Kuliah umum bertajuk "Perubahan Paradigma Polri untuk efektivitas dan sinergitas seluruh elemen masyarakat" juga dihadiri Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Muhammad Nizam dan jajarannya, Rektor Unhas Prof Dr Idrus A Paturusi dan para Wakil Rektor Unhas serta Dekan Fakultas di lingkungan Unhas serta sejumlah petinggi Polda Sulselbar.

Kapolda menyebut kehadirannya di Kampus Unhas dapat dikatakan sebagai upaya "jual jamu" dalam upaya peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat, termasuk masyarakat kampus. Kini, Polri sudah meninggalkan upaya represif dan harus taat pada hak asasi manusia (HAM) tanpa mengeyampingkan hukum positif.


"Sebagai operator hukum, polisi harus patuh pada hukum. Jika dia bersalah maka akan dikenakan sanksi melalui sidang komisi etik dan peradilan umum. Kalau rakyat biasa justru hanya peradilan umum," ujarnya.

Kapolda berjanji akan menindak tegas anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan tugasnya. Sebenarnya, kata Kapolda, institusi Polri tidak pernah bersalah, yang melakukan kesalahan itu justru oknumnya.

Menanggapi komentar salah seorang dosen Unhas Dr Hasrullah, MA, perihal KKN kemitraan Unhas dengan Polda Sulselbar, Mudji Walujo menyambut baik, termasuk pengadaan SIM di dalam kampus. Bahkan gagasan menerbitkan SIM tersebut diminta dapat direalisasikan April mendatang meski tetap melalui proses yang berlaku.

"Khusus mengenai KKN Anti narkoba, saya sangat mendukung. Saya dua tahun di Badan Narkotika Nasional (BNN), jadi tahu mengenai dampak penyalahgunaannya," ujarnya kemudian mengingatkan, jangan pernah mencoba mencicipi benda haram tersebut. Katanya lagi, kalau pernah sekali mencoba, pelakunya tidak akan pernah memiliki harapan, kecuali 1x2, yakni liang lahad. Sekali terjerumus tidak akan pernah kembali seperti sediakala.

"Laporkan jika ada anggota Polri yang main-main. Tidak ada pilihan lain kecuali akan ditindak tegas dan dipecat secara tidak terhormat," ucap Kapolda.

Pangdam VII Wirabuana Muhammad Nizam menjawab pertanyaan peserta kuliah umum soal netralitas TNI, menegaskan, netralitas TNI tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jika ada anggota TNI yang tidak netral akan ditindak.

Pangdam mengatakan, kehadiran di Kampus Unhas dalam bentuk bekerja sama melaksanakan KKN penanganan gizi buruk merupakan salah satu cara menempatkan pentingnya sinergitas, kebersamaan dan komunikasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026