Logo Header Antaranews Makassar

Polres Mamuju Diminta Usut Pengrusakan Kantor DPD

Kamis, 29 Maret 2012 01:13 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Jajaran Polres Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, diminta untuk segera mengusut tuntas pengrusakan kantor DPD RI Perwakilan Sulbar, yang dirusak oleh kelompok mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa penolakan penaikkan harga BBM.

"Saya minta agar jajaran Polres Mamuju untuk menindak tegas dan bila kalau perlu menangkap para pendemo yg melakukan pengrusakan di kantor DPD yang ada di Mamuju,"kata anggota DPD RI daerah pemilihan Sulbar, Asri Anas kepada Antara di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, aksi unjukrasa yang dilakukan oleh mahasiswa di Mamuju sangat kampungan karena berbuat anarkis yang telah mengobok-obok kantor DPD perwakilan Sulbar di Mamuju.

"Mahasiswa di Mamuju harus memahami bahwa sikap anggota DPD RI telah memparipurnakan penolakan penaikkan harga BBM yang akan berlaku 1 April 2012,"kata dia.

Jadi kata dia, tidak ada alasan mahasiswa merusak kantor DPD RI di Mamuju karena sikap anggota DPD sejalan dengan perjuangan para mahasiswa.

"Mungkin saja mahasiswa kekurangan informasi terkait sikap DPD atas kebijakan pemerintah yang akan akan menaikkan harga BBM. Atau ada tendensi lain sehingga kantor kami di Mamuju dirusak oleh mahasiswa,"ungkap Asri yang juga mantan aktivis tahun 1990-an itu.

Asri mengatakan, dirinya telah memerintahkan kepada staf DPD RI perwakilan Mamuju, untuk melaporkan kejadian itu.

Sebelumnya, ratusan gabungan mahasiswa dan pelajar dari beberapa elemen organisasi mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen diantaranya PMII, HMI, GMNI, GMKI, FPPI, Komkar, BEM STIE Muhammadiyah Mamuju, mendatangi kantor DPD RI yang terletak di kompleks Mesjid Raya Syuhaleda Mamuju, menjadi sasaran amukan oleh mahasiswa.

Mahasiswa yang mendatangi kantor DPD Perwakilan Sulbar ini langsung melakukan pengrusakan kantor DPD RI perwakilan Sulawesi Barat dengan cara mencabut plan kantor DPD.

Selain itu, mahasiswa juga memecahkan kaca jendela kantor dan mengobok-obok kursi dan meja.

Bahkan, mahasiswa juga mencopot foto empat anggota DPD RI daerah pemilihan Sulbar yang terpajang di dinding diantaranya foto anggota DPD RI, Asri Anas, Mulyana Isham, Iskandar Muda Baharuddin Lopa dan Syibli Syahabuddin.

Keempat foto anggota DPD ini diinjak-injak oleh mahasiswa kemudian dibakar.

"Kami tak bisa berdaya karena ratusan mahasiswa langsung berbuat anarkis. Apalagi saat itu saya sendiri berada di kantor," kata Erna salah seorang staf anggota DPD RI Perwakilan Sulbar.

Erna mengatakan, bukan hanya melakukan pengrusakan perabot kantor, tetapi dirinya juga menjadi sasaran amukan oleh mahasiswa. (T.KR-ACO/Y006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026