Logo Header Antaranews Makassar

NTP Sulsel Turun 0,03 Persen

Senin, 2 April 2012 21:46 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Nilai Tukar Petani (NTP)di Provinsi Sulawesi Selatan pada Maret 2012 mengalami penurunan 0,33 persen dari 107,22 menjadi 107,26 atau 0,56 persen untuk seluruh subsektor.

"Penurunan NTP terjadi pada bulan Maret bila dibandingkan bukan Februari lalu," kata Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel Bambang Pramono di Makassar, Senin.

Penurunan NTP pada seluruh subsektor kata dia, meliputi padi dan palawija sebesar 0,50 persen tanaman perkebunan rakyat 0,04 persen dan peternakan 0,12 persen.

Meskipun sektor sebsektor holtikultura mengalami kenaikan 0,28 persen dan perikanan 0,17 persen, tetapi dengan penurunan ketiga sektor menyebakan penurunan hingga 18 persen untuk Sulsel.
Nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan harga yang diterima petani terhadap indeks harga dibayarkan petani.

Hal itu dipicu kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dan keperluan produksi pertanian.

Penyajian nilai NTP dimulai pada Desember 2008 untuk data awal didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2007 (2007=100) meliputi 32 provinsi yang mencakup lima subsektor.

Subsektor seperti padi dan palawija, holtikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. Pada Desember 2011 NTP masing masing tercacat 109,57 untuk padi dan palawija.

Sementara untuk holtikultura 103,99 persen, tanaman perkebunan rakyat 106,96 peternakan 97,13 dan perikanan 112,03 persen untuk subsektor perikanan. Sedangkan NTP Sulsel tercacat 107,22 atau mengalami penurunan 0,33 persen.
Terjadi deflasi di daerah pedesaan pada Maret sebesar 0,21 persen karena penurunan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,55 persen.

Bila NTP Maret 2012 dibanding Februari 2012 dua dari lima sbusektor ntp mengalami penurunan yaitu subsektor padi dan palawija sebesar 0,27 persen, dan sub peternakan 0,18 persen. Walaupun subholtikultura mengalami kenaikan sebesar 0,55 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,4 persen, serta subsektor perikanan 0,17.

"Dengan penurunan kedua subsektor tersebut NTP disulsel mengalami penurinan 0,03 persen," paparnya.

Dari data BPS Provinsi Sulawesi Selatan berada pada peringkat ke tujuh setelah Provinsi Lampung, Yogyakarta, Sumatra Selatan, Kalsel, Jabar dan Bali. Hal itu disebabkan NTP di di Sulsel mengalami penurunan.
(T.KR-DF/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026