Logo Header Antaranews Makassar

Program Pendidikan Gratis Pemprov Sulsel Belum Maksimal

Selasa, 1 Mei 2012 19:38 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah pimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang dinilai belum maksimal.

"Pendidikan gratis yang diterapkan pemerintah provinsi belum maksimal. Terlihat dari beberapa sektor pendukung tidak dimaksimalkan dengan baik dan masih dikenakan administrasi," kata Pembantu Rektor IV Unhas Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu di Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, alokasi anggaran Rp998 miliar lebih yang dikhususkan untuk peningkatan mutu pendidikan tidak tersalurkan dengan baik. Klaim Pemprov melalui beberapa indikator pendidikan seperti Angka Partisipasi Kasar (APK) tahun 2010/2011 pada SD/MI sebesar 100 persen tidak sepenuhnya sesuai data.

Sementara APK untuk SMP/MTs sebesar 98,75 persen dan APK untuk SMA/SMK/MA yaitu 66,34 persen diyakini data tersebut belum sepenuhnya akurat.

"Perlunya data pembanding antara pihak eksekutif dan akademisi untuk mengetahui sejauhmana progres pendidikan gratis di Sulsel," ujarnya.

Program pendidikan gratis Pemprov Sulsel diketahui tidak berjalan sesuai rencana di dua kabupaten, seperti Bone dan Jeneponto. Realisasi program pada 2011 hanya sekitar 0,50 persen di bawah rata-rata berdasar dari data Dinas Pendidikan Sulsel.

Hal itu terkuak dalam rapat Komisi E Pansus LKPJ Gubernur Sulsel dengan Dinas Pendidikan. Anggaran pendidikan untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pendidikan gratis yang disalurkan di kabupaten/kota sekitar Rp876 miliar per tahun.

"'Kan aturannya di Provinsi menanggulangi sekitar 60 persen sementara selebihnya pemerintah daerah 40 persen, lalu kenapa sampai saat ini progres-nya baru 0,50 persen," ungkap anggota tim E Pansus LKPJ Gubernur, Andi Mustaman.

Tim E saat ini meminta agar Disdik bersama kejaksaan dan inspektorat agar program ini dievaluasi karena menggunakan APBD dan APBN.

"Tidak wajar dana sebesar itu untuk pendidikan gratis dan berjalan tidak maksimal," ujarnya. (T.KR-DF/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026