Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulbar Terus Pantau Stok Beras Bulog

Minggu, 8 Juli 2012 11:13 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memantau stok beras yang disiapkan Badan Urusan Logistik (Bulog) Mamuju, dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan menghadapi Puasa atau Ramadhan 1433 Hijriah.

"Kita akan meninjau gudang Bulog sebelum Ramadhan tiba. Kami ingin pastikan apakah persediaan Bulog bisa memenuhi untuk persiapan tiga bulan kedepan,"kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sulbar, H.Samiran di Mamuju, Minggu.

Menurutnya, beras yang tersimpan di gudang Bulog Mamuju harus mampu menjamin ketersediaan untuk kebutuhan minimal tiga bulan kedepan.

Karena itu kata dia, pihak Bulog segera melakukan penyerapan beras dari petani agar pasokan beras yang tersimpang di gudang mampu mengatasi apabila ada gejolak harga yang dilakukan pedagan di pasar tradisional.

"Persediaan beras di Bulog harus mampu mengatasi apabila ada gejolak harga saat bulan Ramadhan tiba. Jika ada lonjakan harga beras hingga diatas 10 persen maka pemerintah yang terkabung dalam tim pengendali harga sembako akan melakukan Operasi Pasar (OP),"ujar Samiran.

Sebelumnya, pihak Bulog Mamuju, memastikan stok beras yang tersimpan di gudang dianggap aman hingga menghadapi Lebaran Idul Fitri tahun ini.

"Persedian beras di Mamuju mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan,"kata Kepala Sub Divre Bulog Mamuju, Marhaban.

Menurut dia, untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan beras maka pihak Bulog pun gencar menyerap hasil panen petani di daerah itu.

"Setiap harinya beras yang masuk ke gudang Bulog mencapai 220 ton. Jadi, masyarakat tak perlu ragu terjadinya kelangkaan beras walaupun tingkat kebutuhan masyarakat pada bulan puasa hingga Lebaran diprediksi meningkat tajam,"ujar Marhaban.

Bukan hanya itu, kata dia, setelah Bulog gencar membeli beras petani juga memungkinkan stok beras akan tetap terjaga hingga Desember 2012.

"Tingkat konsumsi masyarakat di Mamuju dan Mamuju Utara (Matra) akan tetap terjaga dengan melihat kondisi persediaan beras yang ada sekarang ini,"ungkapnya.

Apalagi, kata dia, petani di Mamuju akan kembali memasuki musim panen sekitar medio Agustus mendatang,.

Demikian halnya untuk persediaan distribusi raskin untuk wilayah Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara, akan tetap terkendali.

"Kebutuhan raskin juga tetap terjaga dengan menyalurkan 275 ton yang kita distribusikan setiap bulannya baik untuk masyarakat miskin di Mamuju maupun Mamuju Utara,"pungkas Marhabang. (T.KR-ACO/M019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026