
Koperasi di Bantaeng Berkembang Signifikan

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Koperasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mencatat angka perkembangan yang signifikan, baik dari segi jumlah maupun volume usaha dan sisa hasil usaha (SHU).
Dari segi jumlah, Koperasi mengalami peningkatan dari 180 pada 2010 menjadi 201 koperasi pada 2011. Perkembangan tersebut menyebar pada Koperasi Pegawai Negeri, KUD dan Koperasi Tani dengan pertumbuhan volume usaha yang mencapai Rp57,5 miliar lebih dengan jumlah SHU Rp4,1 miliar lebih.
Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng H Abd Malik pada peringatan Hari Koperasi ke-65 di Bantaeng, Sabtu, diwarnai penanaman pohon di sekitar Kantor Dinas Koperasi dan UKM.
Penanaman dipimpin Bupati Bantaeng Prof Dr HM Nurdin Abdullah, Kasdim 1410, Waka Polres, Ilham Nadjamuddin dari Bank Kesejahteraan Ekonomi, Nurdin dari Kejaksaan, Kadis Koperasi dan UKM H Bakhtiar Karim serta Camat Bantaeng HA Mappatoba.
Sebelum melakukan penanaman pohon, juga dilakukan sepeda gembira keliling kota Bantaeng yang diikuti SKPD dan ratusan orang peserta, termasuk masyarakat umum.
Menurut Malik, dari sisi keanggotaan, Koperasi di daerah berjuluk Butta Toa (kota tua) ini juga mengalami peningkatan dari 22.891 orang pada 2010 menjadi 25.050 orang pada 2011.
Meski mengalami perkembangan yang menggembirakan, namun tetap saja ada koperasi yang kurang bergairah akibat kesadaran anggotanya yang masih kurang sehingga pengurusnya sulit melaksanakan amanah.
Menyangkut perkembangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Abd Malik mengatakan, kehadiran KSP sangat membantu karena jasa yang diterapkan cukup rendah, hanya sekitar 1-2 persen.
Rendahnya penerapan bunga tersebut karena misi untuk mengurangi rentenir serta adanya keinginan untuk menggairahkan masyarakat membangun usahanya, ujarnya. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
