Logo Header Antaranews Makassar

Satu Kecamatan Majene Rekam e-KTP Tanpa Server

Kamis, 26 Juli 2012 17:31 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Terdapat satu kecamatan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yakni Tubo Sendana melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tanpa dilengkapi server sebab alat untuk memasukkan data tersebut hilang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Majene, Atjo Taswin di Majene, Kamis, mengatakan sesaat setelah raibnya server milik Tubo Sendana, DKCS langsung menyurat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Administrasi dan Pencatatan Sipil.

"Dari surat yang kami kirimkan, Kemendagri memberikan respons positif dan langsung mengirimkan tim teknis ke Majene untuk menyiasati agar pelaksanaan e-KTP di Majene rampung sesuai target," ungkapnya.

Tim teknis yang dikirim Kemendagri bekerja cepat dengan meng-instal beberapa program sehingga proses perekaman dapat dilakukan meskipun tidak dilengkapi dengan server yang berfungsi meng-input data untuk dikirim secara "online" ke pusat.

Atjo mengaku, Tubo Sendana telah merealisasikan e-KTP dan jumlah warga yang telah melakukan perekaman hingga saat ini mencapai 2.000 orang. Data tersebut tetap akan disimpan dan dikirim setelah terdapat server dari kecamatan lain yang bisa digunakan.

"Bahkan, pada dua kecamatan lain seperti Sendana dan Banggae sudah melakukan perekaman yang sangat memuaskan, tercatat pada dua kecamatan tersebut sekitar 6.000 orang sudah melakukan perekaman," katanya.

Menurut dia, dengan ikutnya Tubo Sendana melakukan perekaman e-KTP, diharapkan target e-KTP Majene bisa rampung dan terealisasi seluruhnya pada 31 September 2012.

Meskipun terdapat beberapa kendala yang menghambat lancarnya pelaksanaan, seperti kesalahan data sejumlah warga, kesalahan sistem pengimputan data serta beberapa kendala teknis lainnya, DKCS yakin terget yang ditetapkan tersebut mampu tercapai.

"Kami tetap yakin realisasi e-KTP Majene bisa tercapai sesuai terget yang ditetapkan. Tentunya hal tersebut tetap harus mendapat dukungan maksimal dari seluruh pihak, utamanya kepada seluruh warga yang juga merupakan wajib KTP," harap Atjo. (T.KR-AHN/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026