
Demonstran Minta Pelecehan Seksual Diusut Tuntas

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, yang bergabung dalam Gerakan Anti Kekerasan (Gerak), berunjuk rasa menuntut kasus pelecehan seksual yang dilakukan anggota Samapta Polwiltabes Makassar, diusut tuntas.
Demonstran melakukan protes dengan berorasi dan membentangkan spanduk bertuliskan "stop pelanggaran hukum oleh polisi" di depan Monumen Mandala Makassar, Rabu.
Pengunjuk rasa juga menuntut agar anggota polisi menghentikan pemerasan dan intimidasi, seperti yang dilakukan pada salah seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Makassar beberapa waktu lalu.
Para mahasiswa dari berbagai organisasi kampus menyatakan tindakan anggota polisi terhadap St (20), bukan hanya kekerasan seksual tetapi juga kekerasan psikologi terhadap korban.
Para mahasiswa menyatakan, rangkaian pelanggaran hukum yang dilakukan polisi mulai dari pemaksaan dan kekerasan psikolodi serta penipuan, sehingga para pelaku harus mendapat hukuman berat dan pemecatan dari instansi Polri
Bahkan mereka menilai, kekerasan tersebut secara langsung dilakukan oleh negara melalui aparatnya.
Uniknya, jumlah massa kalah banyak dibandingkan polisi yang siaga di lokasi. Aksi yang berlangsung sekitar dua jam ini berjalan tertib dan tidak memacetkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
