
Pembangunan Jembatan Merah Putih Lancar

Ambon (ANTARA Sulsel) - Program pembangunan mega proyek Jembatan Merah Putih sepanjang 1.020 meter, yang menghubungkan desa Galala dan Poka di Ambon, sampai saat ini berjalan lancar.
"Prosesnya sudah melewati tahap pembebasan dan ganti rugi lahan, dan sejauh ini tidak ada mayarakat yang rumahnya tergusur melakukan protes," kata Ketua Komisi C DPRD Maluku, Roery Moenandar, di Ambon, Selasa.
Ia mengungkapkan, jembatan tersebut sesuai rencana dibuat empat lajur ditambah trotoar untuk pejalan kaki di kedua sisinya, masing-masing selebar 80 centimeter.
Diungkapkan, dalam tahun ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah mengalokasikan dana Rp20 miliar untuk ganti rugi lahan masyarakat di desa Galala, desa Poka dan desa Rumah Tiga yang terkena proyek Jembatan Merah Putih, dan semua kegiatan berjalan lancar.
"Sejauh ini kami belum menerima pengaduan dari masyarakat yang mempersoalkan pembebasan lahan dan ganti ruginya. Bila ada yang mengeluh, silakan sampaikan kepada kami agar Dinas PU yang menangani proyek ini bisa diminta pertanggungjawabannya," kata Moenandar.
Pembangunan Jempatan Merah Putih didanai APBN sebesar Rp450 miliar. Setelah pembebasan lahan selesai, kegiatan akan memasuki pembukaan jalan akses keluar masuk jembatan.
Saat ini, tim teknis dari Dinas PU Maluku sedang melakukan penyelaman untuk mengukur kekuatan arus dan struktur tanah di dasar laut yang akan dijadikan lokasi pemancangan tiang.
DPRD Maluku berharap pengerjaan proyek jembatan sudah bisa dilakukan, baik untuk pemancangan tiang di tengah laut maupun pembukaan dan pelebaran jalan keluar masuknya.
Pembangunan Jembatan Merah Putih yang mulai dilakukan pada 2002 dirancang sepanjang 1.020 meter, tinggi 35 meter dan lebar 22,7 meter.
(T.PSO-120/S004)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
