
30 Suspek DBD di Pulau Balang Lompo

Makassar (ANTARA News) - Sedikitnya 30 orang diduga (suspek) terkena demam berdarah dengue di Pulau Balang Lompo, Kecamatan Liukang Tupa'biring, Kabupaten Pangkep, Sulsel, dalam dua bulan terakhir.
"Sebanyak 30 orang warga pulau yang merupakan suspek DBD telah mendapat perawatan di puskesmas setempat, sementara yang diduga DBD dikirim ke RS Pangkep," kata Kepala Puskesmas Balang Lompo M Ishak menanggapi kondisi warga pulau di Kabupaten Pangkep, Minggu.
Dia mengatakan, pada musim pancaroba banyak warga pulau yang mengalami demam dan seperti gejala DBD sehingga harus dirawat di puskesmas.
Menurut dia, apabila sudah dua tiga hari dirawat dan indikasinya kuat terjangkiti penyakit DBD, maka pasien dirujuk ke RS di ibukota kabupaten untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
"Namun apabila indikasinya tidak kuat, maka cukup dirawat di puskesmas setempat saja," katanya.
Dia mengatakan, dari hasil diagnosa ke-30 pasien yang merupakan warga pesisir, hanya dua orang yang dinyatakan posistif DBD.
Kedua orang warga Pulau Balang Lompo yang positif DBD itu adalah bayi dan tidak terselamatkan jiwanya lagi, dua bulan lalu.
Berkaitan dengan adanya kasus tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep bersama petugas Pulau Balang Lompo menggencarkan sosialisasi pemberantasan jentik nyamuk yang menyebabkan DBD.
"Upaya itu di antaranya melalui program 3M (membersihkan, menguras dan menutup) wadah yang dapat menjadi tempat pembiakan jentik nyamuk," katanya. (T.S036/H-KWR)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
