Logo Header Antaranews Makassar

Pelayanan JKN tanpa diskriminasi bagi peserta

Rabu, 30 November 2022 15:37 WIB
Image Print
Suasana pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar. ANTARA/HO-Dokumentasi BPJS Kesehatan Cabang Makassar

Makassar (ANTARA) - Pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tidak ada diskriminasi bagi peserta umum maupun yang iurannya gratis atau ditanggung pemerintah.

“Salah satu cara meniadakan kesan diskriminasi dengan perbaikan loket satu pintu atau penyediaan anjungan pendaftaran mandiri untuk semua segmen peserta dan pemanfaatan antrean online sehingga peserta atau masyarakat yang mengakses layanan kesehatan baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun di rumah sakit mendapatkan pelayanan administrasi secara equity dan adil,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Handihka Ramdhan dalam keterangannya di Makassar, Rabu (30/11).

Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan undang - undang nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik disebutkan bahwa Pelaksana dalam menyelenggarakan pelayanan publik harus berperilaku sebagai adil dan tidak diskriminatif.

Salah satu peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (PBI APBN), Isma (37) dalam testimoninya mengungkapkan pelayanan JKN tidak ada perbedaan dengan pasien umum ataupun yang berbayar saat berobat di puskesmas.

“Saya merasa diperhatikan oleh pemerintah karena diberikan jaminan kesehatan gratis dan berkualitas ini, tentu keluarga saya juga dapat bahkan anak yang masih kecil ini alhamdulillah dikasikan juga JKN bantuan pemerintah,” ungkapnya.

“Saya sempat terkena rematik dan radang sendi pemeriksaannya itu sangat teliti, dokter tanyakan kondisi keluhan yang dirasakan lalu diberikan resep yang kalau setelah diminum dan habis diminta datang kembali apabila keluhannya masih terasa,” terang Isma.

Ia menerangkan bukan cuma sekali itu saja dirinya datang untuk memeriksakan kesehatannya, juga membawa anak dan orang tuanya berobat setiap kali ada keluhan gangguan kesehatan yang dirasakannya dengan menggunakan JKN.

“Ibu saya juga sering berobat di puskesmas karena batuk atau kurang enak badan, begitu juga anak saya yang sudah sekolah selalu batuk flu demam jadi begitu minum obat dari dokter di puskesmas istirahat di rumah sudah tuntas sakitnya,” tutur Isma.

Isma merasakan betul manfaat dari menjadi peserta JKN bantuan pemerintah ini, dimana untuk setiap kali berobat tentunya ia memerlukan biaya yang tidak sedikit karena harus menanggung seluruh anggota keluarganya.

“Bersyukur sekali ada program JKN seperti ini bukan hanya terbantu tapi dimudahkan mendapatkan kesehatan kembali tanpa biaya apapun,” ujarnya.(*/Inf)



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026