
Nelayan Mamuju Utara Mulai Melaut

Mamuju (ANTARA News) - Nelayan di kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat kembali melaut karena cuaca dianggap sudah agak bersahabat.
Sejumlah nelayan Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat, yang sebelumnya pulang ke kampung halaman mereka di Kabupaten Polewali Mandar akibat cuaca buruk, sudah kembali ke Mamuju Utara untuk melaut menangkap ikan.
"Cuaca buruk yang melanda perairan Matra sebulan lalu sudah mulai berlalu membuat sebagian besar nelayan yang sebelumnya memilih pulang ke kampung halaman di Kabupaten Polman, kembali ke beroperasi di Matra menangkap ikan," kata Ke`di salah seorang nelayan di Matra, Minggu.
Ia mengatakan, cuaca buruk di Matra sebelumnya sangat menakutkan membuat nelayan tak bisa melaut karena sangat beresiko bagi keselamatannya.
"Angin laut yang berasal dari arah utara di perairan Matra sangat kencang dan mengakibatkan gelombang tinggi mencapai tiga meter sangat menakutkan bagi nelayan, sehingga nelayan memilih pulang kampung di Polman," katanya.
Menurut dia, nelayan pulang kampung untuk mengadu nasib di Kabupaten Polman karena daerah yang berada di bagian selatan provinsi Sulbar itu cuacanya cukup bersahabat meski ikan dianggap kurang dibandingkan di perairan Matra pada saat cuaca normal.
Ia mengatakan, dari pada menganggur lebih baik pindah lokasi melaut ke Polman, apalagi disana ada keluarga kami, sambil menunggu sampai cuaca diperairan Matra kembali normal,"katanya.
Namun ia mengatakan, cuaca buruk itu sudah berlalu dan nelayan sudah kembali ke perairan Matra menangkap ikan karena disitu dianggap nelayan memiliki potensi ikan yang cukup banyak yang menjanjikan untuk ditangkap.
Ia mengatakan, dengan melautnya nelayan di Matra maka pasokan ikan di Matra akan kembali normal.
"Ikan tidak akan langka lagi seperti sebelumnya akibat terbatasnya pasokan nelayan karena cuaca buruk, ikan di pasar akan kembali cukup memenuhi kebutuhan warga," katanya. (T.KR-MFH/F001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
