Logo Header Antaranews Makassar

BPS Asuransikan Petugas Sensus Pertanian 2013

Sabtu, 13 April 2013 05:24 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan telah mengasuransikan semua petugas Sensus Pertanian 2013 sebagai upaya tanggungjawab pemerintah dalam memberikan rasa aman dan jaminan keselamatan kepada petugas di lapangan.

"Petugas SP yang direktur secara nasional melibatkan hampir 300 ribu orang. Kesmuanya telah kita daftarkan untuk mendapatkan asuransi apabila mengalami kecelakaan dalam tugas," kata Direktur Statistik Peternakan Perikanan dan Perkebunan BPS Pusat, Tanda Sirait saat berada di Mamuju, Jum`at.

Ia mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk mengasuransikan jiwa petugas sehingga mereka termotivasi mendapatkan data pertanian terkini dan akurat.

"Asuransi ini penting bagi petugas, karena kecelakaan kerja misalnya, kecelakaan lalu lintas, dan berbagai potensi kecelakaan bisa saja terjadi dan menimpa petugas selama bertugas di lapangan," ujarnya.

Bukan hanya itu, kata dia, potensi kecelakaan kerja ini beresiko tinggi mengingat jarak antara satu desa dengan desa lain cukup jauh dan akses jalan di perdesaan yang masih kurang baik.

"Jangankan di daerah lain kondisi di Sulbar pun memiliki potensi adanya kecelakaan bencana alam. Makanya, petugas sensus kita berikan jaminan rasa aman dalam melaksanakan tugas pencacahan,"ungkapnya.

Tanda Sirait juga menyampaikan, agar petugas pencacahan juga memperhatikan aspek keraifan lokal dengan cara mendatangi petani dengan mengedapankan sikap ramah, sopan dan jujur.

"Petugas harus memperhatikan kearifan lokal. Makanya, petugas sebaiknya mewawancara petani dengan terlebih dulu menerangkan tujuan dan manfaat dari kegiatan sensus pertanian, agar data yang akan diperoleh lebih terkini, akurat dan terpecaya," ujarnya.

Ia mengatakan sensus pertanian untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang lengkap dan akurat sebagai gambaran kondisi pertanian dan data ini bisa digunakan untuk pengambilan kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Untuk di Sulbar kata dia, sebanyak 1.397 petugas telah direktur yang nantinya akan bergerak serentak secara nasional mulai tanggal 1 hingga 31 Mei 2013.

"Saat ini telah memasuki tahap pelatihan tugas, jika tidak ada kendala pada awal Mei semuanya telah siap diterjunkan untuk pendataan yang berkaitan dengan pertanian,"kata Kepala BPS Sulbar, Setianto.

Petugas pencacah ini merupakan hasil seleksi yang diajukan masing-masing pemerintah desa/lurah setempat. Ini dilakukan karena warga setempat lebih mengetahui daerahnya.

"Apabila sudah terdata lengkap, maka pemerintah provinsi dapat merancang dan memprogramkan dengan baik semua masalah pertanian secara luas, mengingat di Sulbar masih banyak potensi yang harus selalu digali," ungkapnya.

Editor : Subagyo



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026