Logo Header Antaranews Makassar

BPS Minta Jurnalis Sosialisasikan Sensus Pertanian 2013

Jumat, 12 April 2013 20:14 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat meminta agar para jurnalis untuk ikut meembantu melaksanakan sosialisasi pelaksanaan Sensus Pertanian 2013 untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat.

"Peran media massa sangat efektif untuk ikut mensosilisasikan kegiatan sensus pertanian tahun 2013. Paling tidak, informasi peemberitaan melalui media massa mampu memberikan pemahanan kepada petani kita untuk pro aktif melayani petugas pencacahan yang akan bekerja mulai 1-31 Mei 2013," kata Direktur Statistik Peternakan Perikanan dan Perkebunan BPS Pusat, Tanda Sirait di Mamuju, Jum`at.

Karena itu, kata dia, kontribusi para jurnalist untuk mensosialisasikan hajatan sensus pertanian ini sangat dinantikan dalam membantu pemerintah mendapatkan validasi data akurat terkait kondisi pertanian di daerah.

"Untuk mesuskseskan kegiatan ini kami pun tak hentinya melakukan sosialisasi termasuk publikasi terhadap media massa. Minimal, masyarakat kita bisa termotivasi untuk ikut mendukung pelaksanaan sensus itu sendiri," kata Tanda Sirait.

Saat ini, kata dia, jajaran BPS di 33 provinsi di Indonesia telah bekerja maksimal untuk mempersiapkan segala tahapan pelaksanaan sensus pertanian.

"Kegiatan sosialisasi ini akan meningkatkan animo warga untuk memberikan informasi pertanian, peternakan, perkebunan yang sebenar-benarnya kepada petugas, sehingga data yang diperoleh nanti merupakan data riil, akurat dan terpecaya," ujarnya.

Ia menyampaikan, Sensus Pertanian ini muaranya untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang lengkap dan akurat sebagai gambaran kondisi pertanian dan data ini bisa digunakan untuk pengambilan kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

"Untuk mendapatkan berbagai informasi tentang jumlah usaha pertanian, rumah tangga petani, komoditas pertanian serta distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas yang akurat diperlukan kecerdasan petugas mendata hasil pertanian diperlukan kerjasama semua pihak," ujarnya.

Tanda Sirait menambahkan, data Sensus Pertanian 2013 merupakan kunci akses dalam upaya peningkatan akurasi data statistik tanaman pangan yang dapat dijadikan sebagai indikator ketahanan pangan, memberikan informasi ketersediaan pangan serta jenis komoditas pendukung diversifikasi pangan berbasis komoditi lokal.

"Masyarakat hendaknya ikut memberikan data valid. Jika datanya tidak valid maka perencanaan pembangunan nasional menjadi salah arah,"ungkapnya.

Editor : Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026