
Pasokan BBM di SPBU Mamuju Lancar

"Hingga sekarang ini pasokan BBM di SPBU tetap lancar. Ini juga karena pihak depot Pertamina aktif melakukan distribusi ke SPBU," kata Petugas SPBU Kali Mamuju Supriadi di Mamuju, Sabtu.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pascapemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pasokan untuk sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Mamuju tetap berjalan lancar dan terkendali.
"Hingga sekarang ini pasokan BBM di SPBU tetap lancar. Ini juga karena pihak depot Pertamina aktif melakukan distribusi ke SPBU," kata Petugas SPBU Kali Mamuju Supriadi di Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, para pengguna kendaraan tidak lagi melakukan antrean panjang untuk mendapatkan pasokan BBM baik jenis solar maupun premiun.
"Antrean panjang hanya terjadi sejak Jumat hingga tengah malam. Sekarang ini, para pengguna jalan tak lagi berebutan setelah dilakukan pengumuman harga baru BBM," katanya.
Ia menilai wajar jika sehari sebelum kenaikkan harga BBM melakukan antrian karena tak ingin membeli dengan harga yang mahal.
"Sejak pukul 01.00 Wita atau pukul 00.00 WIB, kami langsung memberlakukan tarif harga BBM yang baru sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah," ungkp Supriadi.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan penyampaian pemerintah maka kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yakni premium dari Rp4.500 per liter menjadi Rp6.500 dan solar dari Rp4.500 menjadi Rp5.500, berlaku mulai tanggal 22 Juni pukul 00.00 WIB.
Supriadi mengatakan bahwa saat ini sudah tak ada lagi penjagaan khusus oleh aparat kepolisian maupun dari unsur TNI di SPBU.
"Sehari pascapengumuman kenaikkan BBM, sejumlah aparat polisi melakukan pengawasan. Sekarang karena dianggap kondusif maka tak ada lagi aparat yang menjaga SPBU," terangnya.
Ia berharap pasokan BBM dari depot Pertamina kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, tetap lancar sehingga masyarakat di daerah ini tetap dapat terlayani dengan baik.
Sementara itu, Aziz salah seorang penarik ojek mengakui, telah menaikkan tarif karena BBM naik signifikan.
"Kami terpaksa menaikkan tarif ojek karena BBM naik. Masyarakat juga menerima naiknya tarif karena harga BBM juga naik," ungkapnya. Farochah
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
