Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar Budidayakan Wortel di Lakahang

Kamis, 19 September 2013 19:49 WIB
Image Print
"Kita sudah persiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) petani kita dengan mengirim mengikuti magang di Malang. Ini dilakukan agar petani daerah kita mampu memahami tata cara pengembangan budidaya tanaman wortel," katanya.

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mengembangan budidaya tanaman wortel di daerah Kecamatan Lakahang, Kabupaten Mamasa, dengan memanfaatkan lahan seluas 10 hektare.

"Tahun ini kita telah melakukan ujicoba pengembangan tanaman wortel di daerah Lakahang. Jika hasil ujicoba berhasil, maka pemerintah akan menambah kawasan areal tanaman dalam mendorong peningkatan ekonomi petani di daerah ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar Ir Muhammad Abduh di Mamuju, Kamis.

Menurut dia, sebelum dilakukan pembukaan budidaya tanaman holtikultura tersebut, terlebih dahulu petani yang ada di Lakahang mengikuti magan atau pelatihan di daerah Malang, Jawa Timur, selama sepekan.

"Kita sudah persiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) petani kita dengan mengirim mengikuti magang di Malang. Ini dilakukan agar petani daerah kita mampu memahami tata cara pengembangan budidaya tanaman wortel," katanya.

Muhammad Abduh menyampaikan, pemerintah mengirim magang ke Malang karena daerah itu terbilang sukses mengembangkan komoditi sayuran wortel.

Karena itu, kata dia, dengan dilaksanakannya ujicoba budidaya wortel di Lakahang, diharapkan mampu meningkatkan produksi untuk menutupi kebutuhan pasar lokal maupun pasar domestik lainnya.

"Kita memilih daerah Lakahang sebagai pusat pengembangan tanaman wortel karena letaknya dianggap cocok yang berada di daerah dataran tinggi. Kondisi iklimnya sangat tepat untuk pengembangan tanaman holtikultura," jelasnya.

Setelah petani berhasil mengembangkan budidaya tanaman wortel, kata dia, maka pemerintah akan menyiapkan pemasaran ke provinsi Kalimantan Timur.

"Pangsa pasar sayuran wortel sangat menjanjikan untuk menopang kebutuhan petani. Makanya, dengan pengembangan tanaman itu kelak petani kita mampu menyuplai kebutuhan pasar lokal maupun domestik dalam negeri," tutur Abduh.

Untuk suksesnya budidaya tanaman wortel, kata dia, pemerintah juga telah memberikan bantuan pupuk serta biaya pengolahan lahan yang diplot melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2013.

"Pengembangan tanaman wortel ini dilaksanakan dengan melibatkan kelompok tani yang telah magang ke Malang. Hal yang paling penting dipikirkan sekarang ini adalah penyiapan sarana infrastruktur untuk memudahkan pengangkutan hasil produksi," jelasnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah provinsi juga telah mengembangkan komoditi tanaman holtikultura ke daerah Minake, Kecamatan Tandakalua, Kabupaten Mamasa.

"Tanaman wortel merupakan sayuran yang sudah sangat dikenal masyarakat. Makanya, komoditi itu akan tetap menjadi kebutuhan penting untuk memenuhi pasar di daerah kita," ucap Abduh.

Abduh menambahkan, pengembangan tanamaman wortel pada daerah subtropis memerlukan suhu dingin antara 22-24 C, lembap, dan cukup sinar matahari. Ridwan Ch



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026