
Harga Sembako di Mamuju Mulai Bergerak Naik

"Sejak beberapa hari terakhir harga kebutuhan sembako mulai bergerak naik. Ini sudah menjadi lazim setiap momen Ramadhan tiba," kata Irmawati salah seorang pedagang sembako di pasar tradisional Mamuju, Kamis.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Harga sejumlah kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) yang dijual pedagang di dua pasar tradisional di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mulai bergerak naik jelang datangnya bulan Ramadhan 1434 Hijriah.
"Sejak beberapa hari terakhir harga kebutuhan sembako mulai bergerak naik. Ini sudah menjadi lazim setiap momen Ramadhan tiba," kata Irmawati salah seorang pedagang sembako di pasar tradisional Mamuju, Kamis.
Menurutnya, beberapa kebutuhan sembako yang merangkak naik diantaranya telur, daging ayam potong, minyak curah dan sejumlah komoditas sayur-sayuran.
"Kenaikan harga sembako bervariasi mulai dari angka 15 persen hingga ada yang melambung hingga 35 persen," katanya.
Misalkan, kata dia, harga telur ayam semula masih bisa dijual dengan harga Rp17.000 perkilogram hingga Rp18.000 per kilogram. Namun saat ini, Namun, sejak tiga hari belakangan, harganya kini melambung hingga Rp22.000 per kilogram.
"Harga telur sudah naik sejak tiga hari terakhir. Begitupun telur ayam kampung dan telur bebek dari Rp18.000 per kilogram kini harus dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram," ungkap Irma.
Dia menyampaikan, kemungkinan besar harga telur akan terus melonjak hingga menjelang Lebaran Idul Fitri mendatang.
Kenaikan ini, kata dia, disebabkan semakin meningkatnya tingkat kebutuhan masyarakat, sementara pasokan sangat terbatas.
"Kami sangat memahami kondisi kemampuan ekonomi masyarakat. Tetapi, kami harus menjual dengan harga mahal karena harga yang didapatkan dari distributor juga mahal," ungkapnya lagi.
Sementara di pasar baru Mamuju para pedagang juga menjual mahal harga sejumlah kebutuhan pokok.
Kenaikan harga, kata dia, juga terjadi pada komoditas cabe merah keriting dari harga Rp7.000 per kilogram kini melambung menjadi Rp12.000 per kilogram.
Demikian juga dengan komoditas bawang merah dari semula harga Rp19.000 kilogram menjadi Rp 24.000 per kilogram.
"Sudah seminggu terakhir kondisi harga komoditi cabe dan bawang merah melambung tinggi. Ini karena pasokan yang kita dapatkan juga semakin menipis," jelasnya.
Hal berbeda pada harga beras kata dia, masih terbilang normal atau harga jual belum bergerak signifikan.
"Harga jual beras masih terhitung normal. Hal ini akibat jumlah pasokan dari daerah penghasil tidak mengalami kekurangan stok. Masyarakat tidak perlu terlalu panik karena persiapan beras masih memadai," terang Ilman salah seorang pedagan sembako.
Ilman mengatakan, untuk jenis beras Ciliwun harganya relatif normal atau Rp8.500 per kilogram, beras Kepala dijual dengan harga Rp 8.200 per kilogram dan IR 3 masih sekitar Rp7.900 per kilogram," katanya. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
