Logo Header Antaranews Makassar

BPOM Makassar Uji Jajanan Buka Puasa

Rabu, 2 Juli 2014 23:08 WIB
Image Print
"Kami melakukan pengujian di sejumlah pasar, yaitu Pasar Pamus, Panampu`, Daya, Antang dan Pasar Terong, serta beberapa pusat kuliner, yaitu Pusat Kuliner Nuri, Mappanyuki, dan Cendrawasih," kata Kepala Layanan Informasi Konsumen BPOM Makassar Nunuk

Makassar (ANTARA Sulsel) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Kota Makassar menguji sejumlah jajanan berbuka puasa di pasar dan pusat kuliner di Kota Makassar.

"Kami melakukan pengujian di sejumlah pasar, yaitu Pasar Pamus, Panampu`, Daya, Antang dan Pasar Terong, serta beberapa pusat kuliner, yaitu Pusat Kuliner Nuri, Mappanyuki, dan Cendrawasih," kata Kepala Layanan Informasi Konsumen BPOM Makassar Nunuk Sugiyanti di Makassar, Selasa.

Menurut Nunuk, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui jika ada jajanan buka puasa yang mengandung bahan tambahan seperti pewarna makanan dan bahan pengawet yang berbahaya bagi konsumen.

"Pewarna makanan yang berbahaya bagi kesehatan misalnya Rhodamin B dan Methanine Yellow, sedangkan pengawet yang berbahaya dan sering ditemukan adalah boraks dan dan formalin," kata Nunuk.

Sampel yang dikumpulkan kemudian langsung diuji dalam laboratorium mobile dan hasil ujinya bisa segera diketahui.

"Jika ada jajanan yang positif mengandung zat berbahaya, kami akan langsung memberitahu kepada penjualnya dan kami berikan semacam penyululuhan agar penjual paham bahaya penggunaan zat tersebut," ujar Nunuk.

Menurut Staff Penguji Laboratorium Pangan BPOM Rusna, sejauh ini hasil uji dari sampel yang mereka kumpulkan belum satu pun terindikasi mengandung zat yang berbahaya.

"Kami telah menguji 20 sampel, dan sampai saat ini belum ditemukan adanya zat yang berbahaya," kata Rusna.

Upaya BPOM untuk mengawasi keamanan jajanan berbuka puasa ini disambut positif oleh penjual di Pusat Kuliner Mappanyuki.

"Kami pikir ini bagus, karena kadang-kadang kami juga tidak tahu kalau makanan yang kami jual mengandung zat yang berbahaya, tapi dengan pemeriksaan ini kami bisa merasa yakin bahwa makanan ini aman bagi pembeli" kata salah seorang penjual, Ida. Kaswir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026