
Bantaeng-Parepare Berbagi Emas Road Race

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tuan rumah Kabupaten Bantaeng dan Kota Parepare berbagi emas dari balap sepeda road race Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 9-16 September 2014.
Medali emas Bantaeng direbut pada rode race nomor beregu putra melalui pebalap Syaiful (02.07.10), Ramdhana Nur Hidayah (02.07.45) dan Rahmatul Azhari 02.15.44. Dengan demikian ketiga berhasil mengumpulkan total waktu tercepat 06.30.39.
Catatan waktu beregu Bantaeng ini lebih baik dari pebalap asal Parepare yakni Dwi Putra Fisabil, Muh Sidiq, dan Muhammad Rizal. Ketiganya mengumpulkan poin waktu 06.35.55. dan harus puas merebut medali perak. Untuk posisi ketiga sekaligus merebut medali perunggu diraih Yogi, Ramdhani, dan Ian Richard Duni asal Makassar dengan waktu 06.38.09.
Sementara emas dari Parepare dipersembahkan pembalap terbaiknya atas nama Dwi Putra Fisabil yang turun dinomor perorangan putra. Dwi dipastikan tampil sebagai juara setelah mencatatkan waktu tercepat 2.06.39.
Catatan waktu Dwi lebih baik dari pebalap tuan rumah Saiful yang menempati peringkat kedua dengan waktu tercepat 2.07.10. Disusul kemudian pada peringkat ketiga yakni Ramdhana Nur Hidayah yang juga merupakan pebalap tuan rumah dengan waktu 2.07.45.
Technical Deegate Balap Sepeda Porda Basri, Sabtu, mengatakan Khusus road race, pelaksanaan nomor road race (sepeda jalan raya) akan melibatkan empat kabupaten sebagai rute lintasan masing-masing Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba dan Kabupaten Sinjai, Sulsel.
Kelas road race akan dilakukan dalam tiga etape. Untuk etapa pertama, menurut dia, akan dimulai dari Rumah jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng menuju Kabupaten Jeneponto dan finis di Desa Loka Bantaeng. Selanjutnya untuk rute kedua akan dimulai dari Rujab Bantaeng ke Bulukumba dan kembali ke Bantaeng.
Adapun etape ketiga juga akan dimulai dari Rujab Bupati Bantaeng menuju Kabupaten Sinjai dan kembali finis di Bantaeng.
Mengenai keputusan melibatkan empat kabupaten karena khawatir jika tetap memaksakan hanya menggelarnya di Bantaeng tentu berpotensi macet. Apalagi pada Porda 2014 juga bukan hanya akan mempertandingkan balap sepeda.
Untuk itu, tim delegasi sejak awal telah meminta pihak penyelenggara fokus menyiapkan tim pengamanan jalur lintasan demi kelancaran pelaksanaan.
Rute lintasan balap sepeda khususnya kategori road race memang membutuhkan pengamanan baik dari pihak kepolisian dan panitia lokal karena akan melewati rute jalan poros provinsi.
Permintaan tim delegasi itu juga terkait pengalaman saat pelaksanaan babak kualifikasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) 2013. Saat itu, kata dia, perjalanan seluruh atlet sempat terganggu karena kebetulan bertemu rombongan penganting dipersimpangan jalan.
Akibatnya jalan yang akan dilalui seluruh atlet akhirnya macet dan membuat atlet harus menunggu hingga jalan kembali lancar. Kondisi itu tentu saja merugikan atlet yang sudah berada didepan karena tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
