
KONI Tetapkan 60 Atlet Hadapi PON Remaja

"Jumlah ini sudah termasuk atlet sepak bola dan voli pasir yang baru akan menjalani babak kualifikasi. Artinya jumlah ini otomatis berkurang jika kedua cabang itu ternyata tidak berhasil merebut tiket PON Remaja 2014," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan telah menetapkan 60 atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I di Jawa Timur, Desember 2014.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir di Makassar, Jumat, mengatakan seluruh atlet itu berasal dari 13 cabang yakni renang, panahan, senam, tenis meja, sepak takraw, pencak silat, judo, anggar, atletik.
"Jumlah ini sudah termasuk atlet sepak bola dan voli pasir yang baru akan menjalani babak kualifikasi. Artinya jumlah ini otomatis berkurang jika kedua cabang itu ternyata tidak berhasil merebut tiket PON Remaja 2014," katanya.
Untuk cabang voli pasir akan mengikuti pra-PON remaja di Sidoarjo, Jawa Timur, 16-19 Oktober 2014. Sementara untuk cabang sepak bola dijadwalkan mengikuti pra-PON Remaja pada 3-9 November 2014.
Selain menetapkan atlet yang akan memperkuat Sulsel, KONI juga sudah mengagendakan pemusatan latihan yang dimulai awal November 2014 di dua tempat di Makassar.
Sebelum pemusatan latihan, KONI Sulsel meminta seluruh pengurus cabang olahraga untuk mengisi formulir nama atlet yang sudah dibagikan paling lambat Sabtu. Nama-nama ini kemudian akan dicatat sehingga lebih mudah melakukan pemantauan.
"Nama-nama atlet termasuk dari tim sepak bola dan voli pasir juga kita harapkan segera disetor untuk bisa kita pantau. Kami tentu berharap jumlah ini tiak berubah dalam artian sepak bola dan voli berhasil meraih tiket PON Remaja 2014," jelasnya.
Menghadapi PON Remaja 2014, KONI Sulsel memutuskan juga tidak memasang target khusus. Beberapa hal yang mendasari keputusan itu di antaranya karena ajang ini merupakan penyelengaraan pertama. Kedua karena tidak memiliki referensi kuat terhadap potensi atlet muda di daerah lain.
Selain itu, katanya, cabang yang dipertandingkan pada PON remaja 2014 juga fokus olahraga olimpik kecuali pencak silat. Akibatnya KONI Sulsel juga bisa dikatakan masih buta dengan kekuatan lawan sehingga sulit memprediksi.
"Kita tetap berkomitmen menurunkan seluruh atlet dari sejumlah cabang olahraga yang dinyatakan berhak tampil PON Remaja. Ini juga sesuai petunjuk KONI Pusat untuk bisa berpartisipasi pada ajang yang pertama kali ini," ujarnya. Rolex Malaha
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
