
Hari Anak Nasional, Wali Kota Makassar serukan revolusi budi pekerti di sekolah

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Munafri Arifuddin menyerukan revolusi budi pekerti dalam membangun generasi emas Indonesia yang berkarakter melalui penguatan di sekolah-sekolah.
"Lewat Hari Anak Nasional, pendidikan budi pekerti harus kembali menjadi fondasi utama di sekolah. Nilai-nilai budaya Makassar seperti siri na pacce, tabek, dan tata krama perlu diajarkan sejak dini," ujarnya di Makassar, Rabu.
Secara literatur siri na pacce adalah sebuah falsafah hidup dalam budaya Bugis-Makassar yang berarti malu dan pedih atau harga diri dan solidaritas.
Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025 Munafri Arifuddin mengungkapkan pentingnya mengembalikan pendidikan akhlak dan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum dasar.
Ia menuturkan tantangan generasi masa kini bukan hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada krisis karakter akibat arus informasi global yang tidak terfilter.
"Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tapi investasi jangka panjang untuk menjaga identitas dan karakter anak-anak kita dalam menghadapi era digital," katanya.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, empati, dan sopan santun, dalam kehidupan sosial.
Munafri Arifuddin juga menyuarakan pentingnya memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyelesaikan masalah tanpa kekerasan serta membangun hubungan sosial yang sehat dengan lingkungan dan orang tua.
Dia mengatakan anak-anak perlu dibimbing bagaimana berbicara dengan sopan, menghargai orang tua dan guru, serta menjunjung tinggi etika dalam pergaulan.
"Kita ingin mencetak generasi yang bukan hanya cerdas, tapi juga beradab dan bermoral," ucap Munafri Arifuddin.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
