Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Mendesain Gerobak Jualan Modern PKL

Rabu, 3 Desember 2014 19:24 WIB
Image Print
"Sengaja saya perlihatkan kepada teman-teman wartawan gerobak yang kita ciptakan ini sebelum mendemonstrasikannya kepada para pedagang kaki lima. Ini gerobak modern pertama di Indonesia dan bahkan di dunia mungkin," ujarnya di Makassar, Rabu.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Mohammad Ramdhan Pomanto turun tangan langsung mendesain prototipe gerobak modern pedagang kaki lima (PKL) yang diklaimnya pertama di Indonesia bahkan di dunia yang menggunakan hidrolik untuk membuka dan menutup.

"Sengaja saya perlihatkan kepada teman-teman wartawan gerobak yang kita ciptakan ini sebelum mendemonstrasikannya kepada para pedagang kaki lima. Ini gerobak modern pertama di Indonesia dan bahkan di dunia mungkin," ujarnya di Makassar, Rabu.

Gerobak hasil rancangannya yang masih disempurnakan oleh tim ahli dengan menggunakan gambar animasi tiga dimensi itu bisa membuka dan menutup dengan menggunakan remote.

Terlihat beberapa bagian gerobak menggunakan hidrolik untuk mempermudah dalam membuka dan menutup bagian atap untuk melindungi dari hujan dan panas serta pada bagian bawah untuk pijakan tempat makanan dan minuman.

"Mungkin pekan depan sudah jadi satu unit untuk contohnya yang akan diperlihatkan kepada para pedagang kaki lima. Gerobak modern ini akan kita simpan di tempat jajanan kuliner Losari dan akan ada yang menjaga gerobak ini 24 jam tanpa harus dibawa pulang," katanya.

Danny, sapaan akrab wali kota menyebutkan, prototipe gerobak modern itu menyatukan beberapa unsur, yakni kuat, hijau, aman dan indah serta unsur tematik.

"Ini memang didesain buka tutup. Jadi ketika selesai berjualan, tidak perlu lagi membawa jualannya pulang ke rumah, cukup menutup wadahnya dan semua menjadi aman. Dan satu lagi, unsur estetika muncul, unsur hijaunya juga muncul," katanya.

Tempat jualan yang dimaksud menyerupai kotak yang dapat di buka tutup. Jika penutupnya di buka akan berfungsi sebagai atap dengan tanaman yang melekat di bidangnya.

"Ini baru dua hari kita kerja, masih disempurnakan dan Insha Allah minggu depan kita coba bikin rangkanya dan kita langsung demonstrasikan kepada para pedagang," katanya.

Menurut dia, jika menggunakan gerobak biasa, strukturnya resisten dengan angin, makanya desain barunya ini di buat kokoh dengan bahan yang antikarat.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berjanji akan memberikan modal usaha bagi para pedagang kaki lima (PKL) resmi yang telah di relokasi dari Pantai Losari Makassar.

"Ini sudah tahapan bertindak. Kita juga sudah mulai registrasi para pedagang menjadi pedagang resmi. Sekarang ini kita tunggu anggaran 2015 untuk fokus penataan PKL," ujarnya.

Ramdhan mengatakan, bantuan modal usaha kepada para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitaran Pantai Losari itu bervariasi dan pemberiannya harus memenuhi persyaratan.

"Jadi para PKL harus menjadi pedagang resmi. Caranya kita akan registrasi. Pedagang harus memiliki KTP Makassar dan minimal sudah tinggal di kota Makassar selama 10 tahun," katanya.

Danny menyatakan, para PKL yang sudah terdaftar dan telah mengisi formulir akan di fasilitas dengan kartu "Smart Card". Semua pedagang resmi akan dibantu modal usaha yang bertingkat mulai yang kecil hingga yang besar.

Menurut Danny, pelarangan pasar tumpah di pantai Losari pada Minggu pagi merupakan salah satu tahapan untuk memulai sterilisasi atau penertiban PKL di kawasan Pantai Losari.

Sedangkan bagi para pedagang yang setuju di relokasi dan mengikuti usulan pemerintah akan diberikan bantuan desain gerobak agar nantinya memiliki ciri kota dan nilai estetika yang kuat. S Muryono



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026