
Peningkatan SDM Sulbar Kunci Hadapi MEA

"Kata kunci berhasilnya bangsa ini menghadapi MEA kedepan, adalah bagaimana membangun sumber daya manusia yang memiliki daya saing,"...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Peningkatan sumber daya manusia di Provinsi Sulawesi Barat merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN 2015.
"Kata kunci berhasilnya bangsa ini menghadapi MEA kedepan, adalah bagaimana membangun sumber daya manusia yang memiliki daya saing," kata asisten I Pemprov Sulbar, Jamil Barambangi ketika menjadi nara sumber pada acara kuliah umum menyambut MEA tantangan dan peluang di Sulbar yang dihadiri pejabat Kementrian Luar Negeri di Mamuju, Kamis.
Ia mengatakan, MEA dibentuk untuk menciptakan kerjasama bilateral menciptakan kedamaian antara negara, kemudian mengatasi krisis global konflik etnis di negara ASEAN yang kaya akan ragam budaya, kemudian membangun
Selain itu, memajukan ekonomi sosial budaya di kawasan negara ASEAN.
Menurut dia, sumber daya manusia yang siap dan memiliki daya saing tentu sangat dibutuhkan mewujudkan itu tanpa kehilangan rasa nasionalisme budaya etika dan nilai bangsa menghadapi MEA.
Ia mengatakan, menghadapi MEA yang nantinya akan timbul persaingan pasar bebas tentu butuh nilai nilai bangsa yang tidak dapat dihilangkan.
"Budaya positif bangsa jangan dihilangkan karena itu akan mematikan perdagangan ekonomi dalam negeri bangsa ini, misalnya ketika orang Thailand datang berdagang di negara ini karena liberalisasi perdagangan yang terjadi dengan cara sopan maka barang mereka pasti habis terjual," katanya.
Sebaliknya kata dia, ketika bangsa ini tidak dapat mempertahankan nilai budayanya dan menjual dagangannya tidak santun maka mereka akan terkikis dibangsanya sendiri dalam melakukan perdagangan ekonomi.
Oleh karena itu, ia berharap agar sumber daya manusia yang ada dibangsa ini harus dipersiapkan dengan baik agar bangsa ini tetap menjadi bangsa yang besar dalam menyambut MAE. FC Kuen
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
