
Kemenkum Sulbar perkuat UMKM melalui sertifikasi indikasi geografis

Mamuju (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Barat memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah itu melalui sertifikasi geografis.
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kemenkum Sulbar Juani di Mamuju, Senin, menjelaskan indikasi geografis adalah tanda yang menunjukkan asal suatu produk karena faktor alam, manusia, atau kombinasi keduanya, yang memberikan ciri khas dan kualitas tertentu.
"Berbeda dengan hak cipta atau merek personal, indikasi geografis bersifat kepemilikan kolektif masyarakat di wilayah tersebut," kata Juani.
Indikasi Geografis, lanjut Juani, berperan penting dalam melindungi produk unggulan pelaku UMKM agar tidak diklaim pihak lain.
"Ini adalah aset daerah yang meningkatkan nilai tambah dan memperkuat daya saing UMKM di pasar yang lebih luas," kata Juani.
Juani menyampaikan bahwa hingga saat ini, Sulawesi Barat telah memiliki empat produk yang terdaftar secara resmi di negara, yaitu Sarung Sutera Mandar, Tenun Ikat Sekomandi, Garam Kristal Majene dan Kopi Robusta Kurrak Polewali Mandar.
Juani menyampaikan, pihaknya akan terus menggencarkan edukasi mengenai pentingnya perlindungan produk unggulan daerah.
Ia juga berharap, muncul kesadaran kolektif dari masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih peduli terhadap potensi produk lokal lainnya yang belum terdaftar.
Kemenkum Sulbar melalui Bidang Kekayaan Intelektual tambahnya, berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, sosialisasi, dan fasilitasi pendaftaran.
"Langkah ini diambil guna memastikan lebih banyak lagi produk asli Sulbar yang mendapatkan pengakuan hukum dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah," kata Juani.
Sementara Andi Reni Anggraeni, Owner Garam Kristal Majene menyampaikan, dengan label Indikasi Geografis, membantu menjaga kualitas produknya serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keaslian produk asal Majene tersebut.
Sedangkan Rita Mariana Abdul Rahim dari KWT Millyarder menekankan bahwa penguatan kelompok usaha sangat krusial dalam menjaga kualitas produk UMKM.
"Sinergi dalam kelompok adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memastikan kualitas produk UMKM tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan," ujar Rita Mariana.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
