Logo Header Antaranews Makassar

Peringatan Hari Buruh dikawal ketat puluhan polwan

Jumat, 1 Mei 2015 19:34 WIB
Image Print
"Dalam beberapa kesempatan setiap demo-demo, selalu efektif dengan menerjungkan polwan dibarisan...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan polisi wanita di Makassar dikerahkan dalam peringatan Hari Buruh atau May Day yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2015 ini dan terbukti hingga petang, aksi berjalan lancar dan aman.

"Dalam beberapa kesempatan setiap demo-demo, selalu efektif dengan menerjungkan polwan dibarisan terdepan. Cara ini kita gunakan agar unjuk rasa bisa berjalan lancar, tertib dan aman," ujar Kepala Bagian Ops Polrestabes Makassar AKBP Abdul Azis di Makassar, Jumat.

Ratusan polwan disiagakan di bawah jembatan layang (Fly over) bersama polisi dari kesatuan berbeda diantaranya Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas), Sabhara, Intelkam, Reskrim serta Brimob.

Para bintara muda ini juga terlihat ramah saat mengawal jalannya unjuk rasa dan karena sikap ramah itu pula, para pengunjuk rasa membalasnya dengan aksi yang tertib.

Sementara itu Kepala Bagian Perencanaan Polrestabes Makassar AKBP Suswati mengaku total Polwan yang diturunkan sebanyak 85 personil. 23 orang di antaranya adalah Polwan Ceria.

Semua polwan yang dterjungkan ini adalah gabungan dari Polrestabes Makassar dan sejumlah Polsek jajaran yang tersebar di 14 kecamatan di kota ini.

"Tujuannya, mereka sengaha kita pasa di depan supaya demo hari buruh tahun ini tidak berjalan anarkis seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Sementara itu, peringatan May Day atau Hari Buruh yang dipusatkan di lapangan Karebosi Makassar dihadiri oleh ribuan buruh beserta unsur pengusaha dan pemerintah daerah.

"Dari target 15 ribu pekerja, sementara yang hadir sekitar 70 persen dari jumlah itu, " kata Ketua Umum DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) wilayah Sulsel, Sibali.

Sibali mengatakan pada dasarnya peringatan May Day yang diselengarakan dengan melibatkan unsur pengusaha dan pemerintah ini merupakan bentuk lain dalam upaya menjalin komunikasi dan sinergi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah.

Dia juga mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah provinsi dan pemerintah kota telah berkomitmen untuk mewujudkan hadirnya rusunawa dan transportasi murah untuk pekerja.

Hal yang senada diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Gabungan Serikat Pekerja Mandiri Indonesia (GSPMI) Wilayah Sulsel Agus Toding. Menurut Agus dalam peringatan May Day ini merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi pekerja.

"Melalui acara ini diharapkan terjadi hubungan yang harmonis antara serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah," katanya.

Peringatan May Day yang dipusatkan di Lapangan Karebosi ini dikemas dalam bentuk acara senam massal, pertandingan olahraga, dan panggung gembira.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah diantaranya Gubernur Sulsel, Wakil Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar, Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar. Sementara dari pihak pengusaha diantaranya Ketua Kadin dan Ketua Apindo Sulsel.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026