
BPOM : Waspada jajanan berbuka puasa bercampur kimia

"Masyarakat harus hati-hati saat membeli jajanan berbuka puasa siapa tahu bisa bercampur dengan bahan kimia ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Makassar menghimbau agar masyarakat tetap waspada dalam membeli panganan atau jajanan berbuka puasa karena bisa saja bercampur bahan kimia berbahaya.
"Masyarakat harus hati-hati saat membeli jajanan berbuka puasa siapa tahu bisa bercampur dengan bahan kimia berbahaya buat tubuh saat mengkonsumsinya terus menerus," ujar Kepala BPOM Makassar Muh Guntur di Makassar, Sabtu.
Ia menyebutkan untuk mengetahui jajanan berbuka apakah mengandung zat kimia atau bahan pengawet seperti boraks atupun formalin bisa diketahui dari teksturnya.
"Dari tekstur warna dan rasa sudah bisa diketahui mana memakai pewarna tekstil dan mana yang mengunakan pewarna makanan. Kalau jajanan itu warna terlalu mencolok bisa diduga itu menggunakan bahan pewarna tekstil," bebernya.
Sedangkan untuk makanan yang warnanya tidak terlalu mencolok dan agak kusam maka bisa saja itu digunakan pewarna makanan yang steril untuk di konsumsi.
Selain jajanan berbuka, daging dan ayam potong juga harus menjadi perhatian konsumen agar tidak tertipu, sebab di bulan puasa ini tentu saja banyak oknum yang memanfaatkan kondisi untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
"Mesti terus waspada membeli daging dan ayam, lebih baik membeli ayam potong yang masiih hidup atau membeli daging yang masih segar dilihat dari warnanya," ulasnya.
Berdasarkan pantauan sejumlah pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan pedagang bahan baku jajanan pembuka seperti Cendol, Mutiara naga, Chincau dan lainnya mulai laris di buru pembeli.
Rencananya, BPOM RI Makassar bersama tim terpadu Pemkot Makassar akan melakukan pemantauan dan sidak serta melakukan uji klinis lapangan di berbagai pasar tradisional, modern dan tempat jajanan berbuka guna menghindari adanya praktek penjualan makanan yang sudah kadaluarsa dan penggunaan bahan kimia pada makanan.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
