
TNI Bantah Terlibat Teror di Freeport

Timika (ANTARA Sulsel) - Komandan Kodim (Dandim) 1710 Mimika Kodam Cenderawasih Letkol Inf Refrizal membantah tegas tuduhan tentang keterlibatan prajurit TNI dalam berbagai aksi teror di areal PT Freeport Indonesia (PTFI) di Timika, Papua belakangan ini.
"Tidak benar itu. Hal tu hanya kerjaan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan TNI yang menciptakan berbagai teror di Freeport," kata Refrizal di Timika, Sabtu.
Ia mengatakan, kehadiran berbagai satuan TNI di wilayah Kabupaten Mimika, Papua semata-mata guna meningkatkan keamanan masyarakat dan juga berbagai aset penting negara dari berbagai gangguan baik dari dalam maupun dari luar.
Berbagai aksi teror berupa penembakan kendaraan operasional PTFI yang telah merenggut nyawa tiga keryawan perusahaan dilakukan oleh pihak yang belum sadar diri sebagai bagian integral dari NKRI.
"Munculnya berbagai kejadian tersebut pertanda masih ada saudara-saudara kita yang belum memahami sepenuhnya rasa nasionalisme kebangsaan," jelas Refrizal yang baru beberapa bulan menjabat Dandim 1710 Mimika itu.
Dalam menghadapi peringatan Kemerdekaan RI ke-64 , jajaran TNI bersama Polri di Mimika terus meningkatkan pengamanan yang sifatnya antisipatif terhadap kemungkinan meningkatnya gangguan kamtibmas.
Peningkatan pengamanan tersebut ditandai dengan rutinya digelar razia /sweeping di beberapa lokasi yang dianggap rawan seperti jalan lintas para pendulang tradisional di sekitar Kali Kopi, Kampung Nayaro dan sepanjang Kali Kabur (Sungai Ajkwa).
Refrizal mengimbau masyarakat Mimika agar bersama-sama aparat TNI dan Polri mengamankan kamtibmas di wilayah masing-masing.
"Kita semua harus mampu menciptakan situasi dan rasa aman agar masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa merasa khawatir atau takut. Wujudnya, kalau mengetahui ada kegiatan yang mencurigakan silahkan melaporkan kepada aparat berwenang," imbau Refrizal.
Menurut dia, koordinasi antar jajaran Muspida dan unsur TNI dan Polri di Mimika dalam melakukan pengamanan penegakan kamtibmas selama ini berjalan baik, tanpa ada rasa curiga.
Sebelumnya pada Rabu (12/8) terjadi tiga kali penembakan di areal Freeport.
Kejadian pertama menimpa bis karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan nomor lambung 14-0194 yang dikemudikan Jemy Muntu di Mile 45 ruas jalan Tembagapura-Timika sekitar pukul 06.20 WIT.
Bis yang dikemudikan Jemy ditembak pada bagian kiri dan kanan saat kembali dari mengantar karyawan PTFI di Mile 50.
Sekitar pukul 09.35 WIT terjadi lagi penembakan terhadap kendaraan LWB nomor lambung 01-3383 yang dikemudikan Naftali Simbiak di Mile 45.
Saat itu, Naftali yang bekerja sebagai anggota sekuriti PTFI bersama rekannya Didi Januari sedang melintas menuju Mile 50 dari Mile 41.
Selanjutnya pada pukul 12.05 WIT, mobil LWB nomor lambung 01-3411 dengan supir Alianto dan mobil LWB dengan nomor lambung 01-1735 dengan uopir Yossi Pawaru yang ditumpangi sejumlah anggota Brimob dan TNI diberondong tembakan dari arah kiri dan kanan jalan di sekitar Mile 41.
Anggota Brimob dan TNI yang ikut dalam kedua mobil itu sempat mengeluarkan tembakan balasan.
Dalam tiga kejadian tersebut, tidak ada korban meninggal ataupun luka-luka.
(T.SDP-42/A011)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
