
KPPU Makassar sidak pasar pantau harga daging

"Sidak yang kita gelar hari ini juga dilaksanakan dibeberapa kota besar di Indonesia...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar tradisional untuk memantau pergerakan harga daging dan kemungkinan adanya kartel.
"Sidak yang kita gelar hari ini juga dilaksanakan dibeberapa kota besar di Indonesia dan ini perintah langsung dari KPPU Pusat," ujar Kepala KPPU Perwakilan Makassar Ramli Simanjuntak di Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan, pemantauan ke sejumlah pasar ini karena masih tingginya harga daging baik ayam maupun sapi yang ada di pasaran dibeberapa daerah di Indonesia.
Ramli mengaku jika harga daging dibeberapa daerah di Indonesia memang mengalami kenaikan sebelum Natal dan Tahun Baru 2016. Namun hingga saat ini harga belum juga turun.
"Harga daging ini kan naik sebelum Natal dan Tahun Baru, tetapi setelah tahun baru ini harga tidak turun-turun. Sedangkan pasokan daging masih cukup," katanya.
Ramli bersama rombongannya yang memantau Pasar Pabaeng-baeng banyak mengobrol dengan penjual daging ayam dan sapi serta menanyakan sumber pasokannya itu.
"Saya tidak tahu, mereka berbohong atau bagaimana. Setiap penjual daging yang kita tanyakan tidak mau memberikan informasi di mana dagingnya itu dipasok," sebutnya.
Berdasarkan pantauan, harga daging ayam di pasaran untuk per ekornya seharga Rp32-35 ribu. Sedangkan untuk daging sapi per kilogramnya senilai Rp95-100 ribu.
Ramli mengungkapkan jika khusus harga daging sapi itu sebelum memasuki Natal dan Tahun Baru harganya masih berada di kisaran Rp85-90 ribu per kilogramnya.
Sedangkan pantauan di Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, kebutuhan akan ternak sapi dan dagingnya masih mencukupi dan tidak ada kendala.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
