Logo Header Antaranews Makassar

Bosowa jajaki proyek Rp1 triliun di Bone

Selasa, 5 April 2016 20:52 WIB
Image Print
Bosowa (istimewa)
"Bahkan dalam sebulan saja, ada 5000-an ton semen yang terjual khusus di Kabupaten Bone. Ini menjadi salah satu alasan untuk lebih meningkatkan kemitraaan kami di Kabupaten Bone," jelasnya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Bosowa Semen tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dalam hal ini melalui Perusahaan Daerah (Perusda) yang jumlahnya mencapai Rp1 triliun.

Direktur Komersial Bosowa Semen, Sumirlan saat dikonfirmasi dari Makassar, Selasa, mengatakan, Kabupaten Bone memang merupakan salah satu daerah selain Makassar yang penjualan Bosowa Semen terbilang tinggi.

"Bahkan dalam sebulan saja, ada 5000-an ton semen yang terjual khusus di Kabupaten Bone. Ini menjadi salah satu alasan untuk lebih meningkatkan kemitraaan kami di Kabupaten Bone," jelasnya.

Direktur Klub PSM Makassar itu sekaligus berharap melalui kemitraan yang tengah dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Bone itu membuat angka penjualan Bosowa Semen di Bumi Aarung Palakka itu bisa semakin meningkat bahkan hingga 100 persen.

Dirinya juga mengaku optimistis dengan dukungan dan komitmen Bupati Bone untuk menjaga kemitraan ini kedepan.

Selain Kabupaten Bone, kata dia, tingkat penjualan semen yang tinggi juga terjadi di beberapa kabupaten seperti Palopo dan Luwu Raya.

"Kami juga bersyukur bahwa Bupati Bone begitu mendukung program kerjasama ini. Kita juga sengaja menggandeng Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bone demi memaksimalkan segala potensi yang ada," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perusda Kabupaten Bone, HAM Rivai mengatakan kerjasama yang tengah dibangun bersama perusahaan Bosowa Semen itu memang diprioritaskan pada bidang industri kapal.

Ia menjelaskan, untuk potensi sumber daya alam di Kabupaten Bone memeng besar yang tentunya perlu dikelolah secara optimal demi kesejahteraan masyarakat kedepan.

Pihaknya juga mengakui jika bukan hanya Bosowa yang pernah menjajaki namun juga perusahaan dari Jepang. Namun karena beberapa hal sehingga batal terjadi kerja sama.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026