
Bupati Sinjai serahkan ranperda APBD 2017

Sinjai (ANTARA Sulsel) - Bupati Sinjai H. Sabirin Yahya menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017 kepada Ketua DPRD Sinjai Abd Haris Umar pada rapat paripurna DPRD setempat, Senin.
Bupati pada rapat paripurna DPRD Sinjai mengatakan pendapatan daerah pada tahun 2017 ditargetkan sekitar Rp1,03 triliun, jumlah ini menurun sebesar Rp68 miliar dari total rencana pendapatan daerah dalam APBD pokok 2016 yang dialokasikan sebesar Rp1,10 triliun.
"Total pendapatan daerah terdiri dari PAD yang direncanakan sebesar Rp 66,37 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp8,67 miliar, atau sekitar 15,04 persen dari rencana PAD pokok tahun 2015 yang ditargetkan sekitar Rp57,49 miliar," ujar bupati.
Untuk dana perimbangan juga mengalami penurunan Rp81,32 miliar, dari Rp964 miliar pada APBD pokok tahun 2016 menjadi Rp882 miliar APBD pokok tahun 2017.
Sedangkan pendapatan daerah mengalami peningkatan mencapai sekitar Rp83,52 miliar meningkat sekitar Rp4,47 miliar dari rencana penerimaan tahun 2016 sebesar Rp79,05 miliar.
Sementara pada komponen belanja daerah tahun 2017 direncanakan sebesar Rp1,05 triliun, yang terdiri atas belanja tidak langsung Rp 570,18 miliar atau turun sekitar Rp46,77 miliar dari alokasi tahun 2016 sebesar Rp 616,95 miliar.
Sabirin menambahkan untuk belanja langsung tahun 2017 direncanakan sebesar Rp 480,6 miliar lebih mengalami penurunan 10,6 persen dari rencana tahun 2016 sebesar Rp534,29 miliar lebih.
Sementara itu Ketua DPRD Sinjai Abd Haris Umar mengatakan setelah penyerahan Ranperda APBD tahun 2017, pihaknya akan mulai melakukan pembahasan karena waktunya sudah sangat mendesak.
"Insya Allah pembahasan APBD akan kami genjot. Mudah-mudahan bisa rampung sesuai peraturan perundang-undangan, yakni hingga tanggal 30 November 2016," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
